Kekalahan Mataram FC Diwarnai Keributan

Mataram (Suara NTB) – Pertandingan tim Mataram FC dengan GBFC Malaysia berakhir 4-5 di Open Turnamen Futsal Gubernur NTB Cup V, yang digelar di Sport Hall GOR 17 Desember Turide Mataram, Jumat, 13 Oktober 2017. Namun kekalahan tim Mataram FC itu  diwarnai aksi protes.

Usai pertandingan, Pelatih Mataram FC, Bonsu Hasibuan mendatangi Pengawas Pertandingan (PP),  Ahmad Juanda Rangkuti untuk melakukan protes. Bonsu protes karena banyak keputusan wasit yang dianggapnya salah.

Iklan

Bonsu menilai sebanyak lima foul (pelanggaran) yang mereka terima adalah keputusan yang salah dikeluarkan oleh wasit Agus Mulianto dan Iskandar.

Dalam protesnya, Bonsu Hasibuan mengeluarkan nada tinggi dan memukul meja. Tidak terima aksi Bonsu, Juanda pun menjawabnya dengan nada tinggi.

Suasana pun semakin  tidak terkendalikan. Kedua orang itu saling  mengancam. Namun syukurnya suasana dapat dikendalikan setelah beberapa orang dari perangkat pertandingan merangkul Bonsu.

Bonsu Hasibuan yang dimintai tanggapannya oleh Suara NTB  terkait aksinya itu mengatakan kekecewaannya dengan keputusan wasit terhadap lima pelanggaran yang diterima oleh anak-anaknya. Keputusan wasit diakuinya merugikan timnya.

“Saya tidak meminta wasit untuk mengubah keputusan, saya hanya berargumen untuk memberikan saran dan koreksi. Tapi wasit tidak menerima koreksi, malah dia nada tinggi,” ucapnya.

Menurutnya, bila  Pengawas Pertandingan (PP) Juanda  mengkoreksi kepemimpinan dua wasitnya dia  tidak akan emosional dalam melakukan protes.

“Harusnya mereka belajar, tapi mereka tidak mau merasa disalahkan,” terangnya.

Sementara itu Pengawas Pertandingan, Ahmad Juanda Rangkuti yang dimintai tanggapannya mengaku tidak melakukan kesalahan. Menurutnya keputusan wasit tidak bisa diintervensi pada saat itu. Karena ada mekanisme yang harus dilakukan lebih dulu oleh dirinya sehingga dia tidak bisa menerima serta-merta protes pelatih Mataram FC.

“Kita ini harus  independen dan  profesional. Keputusan wasit tidak bisa diintervensi secara langsung. Nanti setelah akhir pertandingan baru kita evaluasi,” tegasnya.

Ditegaskannya, atas sikap Bonsu tersebut  Juanda akan melaporkan ke AFP NTB. Dia akan melaporkan terkait aksi protes Bonsu yang memukul meja dan membanting air kemasan di hadapannya.

“Saya sudah buatkan laporan untuk ditujukan ke AFP NTB terkait protes Bonsu yang memukul meja dan membanting botol minuman kearah saya,” tegasnya. (fan)