KEK Mandalika Diharapkan Jadi Tonggak Kebangkitan Jasa Konstruksi Lokal

H. Hasmudin. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika adalah megaproyek konstruksi di sektor pariwisata perioritas nasional. Keberadaan KEK ini diharapkan menjadi sejarah, tonggak bangkitnya jasa konstruksi lokal. KEK Mandalika adalah tuan rumah penyelenggaraan MotoGP 2021 mendatang di Indonesia. Pada lebih dari seribu hektar kawasan di Kuta, Lombok Tengah ini akan dibangun sirkuit MotoGP. Sirkuit yang disebut-sebut oleh Dorna, sebagai penyelenggara MotoGP adalah sirkuit paling indah di dunia. Karena lokasinya di pinggir pantai nan indah.

Proses pembangunan KEK Mandalika, yang dikelola oleh Indonesian Tourism Development Corporation (ITDC) terus berjalan. KEK Mandalika ini nantinya akan menjadi penggerak ekonomi daerah, bahkan ekonomi nasional bila terwujud. Karena itu, Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) berharap KEK Mandalika adalah sejarah besar kebangkitan jasa konstruksi NTB. Ada ruang yang disiapkan pengelola KEK Mandalika untuk memberikan kesempatan dan membangun para pelaku usaha kostruksi lokal selaku tuan rumah.

Iklan

Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Inkindo NTB, Ir. H. Hasmudin mengatakan, ada harapan besar bagi para pelaku konstruksi lokal, baik konsultan, maupun kontraktor agar mereka terakomodir. Meskipun tidak sebagai pemain utama, atau sebagai subkontraktor dalam pembangunan infrastruktur KEK Mandalika. H. Hasmudin dalam diskusi dengan Suara NTB di Mataram, Rabu, 9 September 2020 mengatakan, para pelaku usaha jasa konstruksi sudah membangun komunikasi yang baik dengan pengelola, ITDC.

Seluruh entitas usaha yang bernanung dibawah bendera Kamar Dagang Indonesia (KADIN) bahkan secara khusus melakukan kunjungan ke KEK Mandalika dan beraudiensi langsung dengan manajemen ITDC baru – baru ini. Rencana besar pembangunan KEK Mandalika, harus terwujud hingga ke bawah. Artinya,  aturan tender harus mengemban misi mengutamakan pengusaha daerah di dalamnya. Selama pengusaha daerah mampu melakukan penawaran sesuai teknologi dan biaya yang diinginkan oleh ITDC.

“Ini yang memang kita lihat belum ada realisasi. Mungkin juga sudah ada, tapi realisasinya kecil,” kata H. Hasmudin. Inkindo NTB sendiri baru-baru ini menerima laporan dari anggotanya yang ingin mengikuti tender paket pengerjaan konsultan di kawasan penyangga KEK Mandalika. Bekerjasama dengan perusahaan dari luar. Ternyata tak diberikan prioritas, tidak diberikan nilai lebih sehingga penawarannya kalah.

Padahal, dari sisi penawaran dan tenaga lokal yang diinginkan sudah terpenuhi. Dan harus mengedepankan aspek lokal agar lebih terbangun komunikasi yang baik dengan masyarakat lokal. “Katanya sih membangun desa penyangga KEK Mandalika. Harusnya kalau orang lokal yang ikut diperankan, komunikasi dan apa kebutuhan lokal bisa lebih dipahami sehingga tidak terjadi miskomunikasi dalam pelaksanaan paket,” ujarnya.

Dari sisi kesiapan SDM dan teknologi, H. Hasmudin mengatakan sudah terpenuhi standarnya. Berdasarkan konsep pembangunan KEK Mandalika yang digambarkan secara visual oleh ITDC, H. Hasmudin mengatakan pengusaha lokal mampu melakukannya. Hanya saja, terbentur pembangunan KEK Mandalika berdasarkan sumber anggarannya. Tidak murni dari anggaran pemerintah.

“Sumber anggarannya yang dari luar, ya bolehlah menggunakan kontraktor atau konsultan luar. Ada sumber dana dari pemerintah, kalau bisa disanalah pengusaha lokal diberikan ruang. Paling tidak sebagai sub kontraktornya,” katanya. Pengusaha lokal sudah melakukan pendekatan yang cukup baik dengan ITDC agar mendapat perhatian. Harapannya, KEK Mandalika jadi pintu besar memainkan peran pengusaha lokal dilevel nasional, bahkan internasional. (bul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here