KEK Mandalika Dibangun Sesuai Tata Ruang

Mataram (Suara NTB) – Komisaris Indonesian Tourism Development Corporation (ITDC), Drs. L. Gita Aryadi, M.Si menyangkal kritik Bupati Lombok Timur, H. Moch. Ali BD terkait pembangunan kawasan Mandalika yang disinyalir menyalahi tata ruang.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Provinsi NTB ini mengutarakan, pembangunan hotel-hotel  telah memperhatikan sempadan pantai 100 meter.

Iklan

“Mungkin komentar tersebut hanya didasarkan pengamatan terhadap pembangunan pagar-pagar proyek hotel Pullman, Royal Tulip, Paramount dan X2 yang hanya sekitar 50 meter high tight,” katanya pada media ini, Rabu (19/4) kemarin.

Selanjutnya setelah pembangunan selesai, pagar-pagar di garis pantai tersebut kata L. Gita, akan dibongkar. Hotel-hotel akan dibangun dengan mengacu kepada sempadan pantai 100 meter high tight dengan upaya pencegahan tsunami.

Kolam renang dan bangunan-bangunan dengan ketinggian tertentu dibangun pada area kurang dari 100 meter high tight sebagai upaya penangulangan tsunami, sedangkan bangunan hotel pada jarak 100 meter high tight.

“PT. ITDC sudah punya pengalaman bagaimana membangun kawasan Nusa Dua dan di KEK Mandalika tentu akan lebih paripurna. Yang jelas di kawasan Mandalika jauh lebih tertata dari Senggigi dan akses untuk publik pasti sudah dipikirkan dengan cermat,” demikian L. Gita. (bul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here