Kejuaran Paralayang Internasional Diikuti 15 Negara

Praya (Suara NTB) – Sebanyak 15 negara turut ambil bagian dalam Kejuaran Paralayang Internasional yang digelar di kawasan wisata Are Guling, Desa Prabu, Pujut,  Lombok Tengah (Loteng). Dengan total peserta sebanyak 123 orang, kejuaraan internasional yang pertama kali digelar di Loteng tersebut dibuka Bupati Loteng, H.M. Suhaili, FT, Jumat, 5 Agustus 2016.

Negara-negara yang mengikuti kejuaraan ini antara yakni, Kanada, Malaysia, Cina, Bosnia, Serbia, Singapura, Korea Selatan. Kemudian Thailand, Republik Ceko, Filipina, India, Slovenia dan Arab Saudi. Termasuk peserta dari Indonesia. Kejuaran ini akan berlangsung hingga Minggu, 7 Agustus 2016.

Iklan

H.M. Suhaili saat membuka kejuaraan internasional ini mengatakan bahwa Kejuaraan Paralayang memiliki arti penting bagi Loteng dan NTB pada khususnya. Sehingga pemerintah daerah sangat mendukung dan menyambut baik kejuaraan tersebut. Terlebih levelnya sudah internasional.

Di mana melalui kejuaraan internasional ini, salah satu sektor unggulan Loteng yakni sektor pariwisata bisa berkembang. Mengingat, pesertanya dari luar negeri. Sehingga ke depan, Loteng bisa semakin dikenal dunia.

‘’Bagi kami ini bukan sekadar kejuaraan saja. Tetapi lebih luas lagi, kejuaraan ini merupakan ajang promosi potensi dan kekayaan pariwisata Loteng,’’ ujarnya. Sekaligus sebagai magnet bagi para wisatawan untuk mau datang ke Loteng. Karena itu, akan lebih baik kegiatan-kegiatan seperti ini diperbanyak di daerah ini.

Dengan demikian, maka akan semakin banyak potensi wisata di daerah ini yang diketahui masyarakat luas. Yang tentunya, akan semakin memikat wisatawan luar untuk mau mau datang dan berkunjung di Loteng.

Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat di daerah ini juga untuk ikut serta mendukung. Paling tidak dengan memberikan sambutan yang baik. Sehingga wisatawan bisa lebih aman dan nyaman ketika berada di Loteng.

  Pantomim Seorang Pemuda Malas

Jangan kemudian, masyarakat justru memberikan sambutan dengn cara yang tidak baik. Yang justru bisa membuat jera wisatawan untuk datang. ‘’Paling tidak kita sambut wisatawan dengan senyum. Itu sudah lebih dari cukup. Sehingga wisatawan benar-benar nyaman ketika berada di daerah kita ini,’’ pesan Ketua DPD I Partai Golkar NTB ini. (kir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here