Kejati Verifikasi Penyalur Benih Jagung dari Jawa Timur

Dedi Irawan (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB memverifikasi penyalur benih jagung untuk program budidaya jagung skala nasional tahun 2017. Verifikasi dilakukan terhadap penyalur dari beberapa kota di Jawa Timur.

‘’Mulai dari Jember, Jombang, dan Kediri. Tiga kota itu yang jadi tempat kami melakukan verifikasi kepada para penyalur,’’ ujar Juru Bicara Kejati NTB, Dedi Irawan, S.H saat dikonfirmasi di Mataram, Rabu, 18 November 2020.

Setelah dilakukan verifikasi, pihaknya berharap dapat mengetahui legalitas benih jangung yang disalurkan ke dua rekanan yang dipercaya dalam program pusat dari Ditjen Tanaman Pangan Kementan RI. Dalam prosesnya, benih yang disalurkan untuk kelompok tani di NTB tersebut sesuai dengan syarat yang dikeluarkan Balai Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

‘’Jadi benih yang dipenuhi itu harus yang sertifikasi. Karena itu kami memastikan apakah perusahaan penyalur yang ada di Jawa Timur ini mengeluarkan benih yang sudah ada sertifikasi atau tidak,’’ jelas Dedi.

Pada kesempatan yang sama, jaksa penyidik juga akan mengonfirmasi kuota benih yang dikirim para penyalur. Di mana NTB mendapat kuota tanam seluas 400.805 hektare dengan target panen 380.765 hektare. “Apakah jumlah benih yang mereka miliki dapat memenuhi permintaan, itu juga akan dipastikan,” ujarnya.

Pengecekan juga akan dilakukan terhadap data sertifikasi penyalur yang ada di Dinas Pertanian NTB. Data tersebut dibutuhkan sebagai dasar rekanan pelaksana mengambil benih jagung ke para penyalur yang sudah mendapatkan sertifikasi tersebut.

Untuk itu, jaksa penyidik telah mengonfirmasi Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Pertanian (BPSB-P) NTB. ‘’Itu semua sudah ada di BAP (Berita Acara Pemeriksaan). Itu makanya kita lakukan konfirmasi ke sana untuk menarik kesimpulan akhir. Tim sedang buat laporannya,’’ jelas Dedi.

Sebagai informasi, pengadaan benih bermasalah tersebut tersebar di seluruh kabupaten/kota yang ada dengan anggaran mencapai Rp29 miliar, dari jumlah pengadaan skala nasional yang nilainya Rp170 miliar. Penyalurannya dilaksanakan dalam dua tahap. Antara lain  Rp17 miliar untuk tahap perta dilaksanakan oleh pemenang proyek dari PT SAM dan tahap kedua senilai Rp12 miliar oleh PT WA.

Dalam prosesnya, muncul temuan Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Pertanian (BPSB-P) NTB terkait 190 ton benih jagung rusak hingga dikembalikan petani dalam pengadaan program tersebut. Munculnya temuan itu menjadi dasar Tim Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Penanganan dan Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Korupsi (P3TPK) Kejagung RI melakukan pengumpulan data dan bahan keterangan, di mana hingga saat ini penanganan kasusnya dilimpahkan ke Kejati NTB. (bay)