Kejati NTB Usut Anggaran Covid-19 Kota Bima Rp8,4 Miliar

Dedi Irawan. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Kejati NTB mendalami laporan dugaan penyimpangan anggaran penanganan Covid-19 Kota Bima tahun 2020. Diantaranya mengenai belanja alat kesehatan, obat-obatan, operasional, dan insentif tenaga kesehatan. Tim jaksa intelijen mulai mengumpulkan data awal.

“Sudah masuk laporannya. Sedang ditelaah. Laporannya soal mark-up dan dugaan pemotongan insentif Nakes. Terkait anggaran di Dikes Kota Bima,” kata Juru Bicara Kejati NTB Dedi Irawan dikonfirmasi Rabu, 1 September 2021. Untuk tahap awal, kata dia, pihaknya lebih dulu mengumpulkan data-data terkait anggaran tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket). Hal ini untuk mendalami indikasi seperti yang diurai dalam laporan.

Iklan

“Kita kumpulkan data dulu. Setelah itu kita turun ke sana (Kota Bima) kalau sudah selesai PPKM. Makanya awal-awal ini kita fokus mengenai data-data terkait anggaran tersebut,” urai Dedi. Dalam laporan yang disampaikan masyarakat tersebut, dugaan korupsi dalam bentuk mark-up anggaran pembelian belanja pada katalog elektronik, serta dugaan pemotongan insentif tenaga kesehatan. Pelapor menduga potensi kerugian negaranya mencapai Rp2,5 miliar.

Dari informasi yang dihimpun, Pemkot Bima mengalokasikan anggaran penanganan Covid-19 pada tahun 2020 sebesar Rp28 miliar. Dinas Kesehatan Kota Bima mendapat alokasi Rp8,4 miliar. Mekanisme penggunaannya melalui tender dan katalog elektronik. Anggaran tersebut digunakan untuk operasional transportasi antar jemput pasien Covid-19, pembuatan peti jenazah, pemulasaran jenazah, belanja obat dan perbekalan, disinfeksi area publik, insentif tim surveilans contact tracing, serta insentif tenaga kesehatan.

Tenaga kesehatan ini mendapat insentif per orang sebesar Rp4,6 juta dari setiap kasus konfirmasi positif Covid-19 yang ditangani. Pembayarannya, terdapat pengalihan sumber anggaran yang awalnya dari APBN menjadi Dana Alokasi Umum (DAU) pada APBD sehingga tertunggak sejak November 2020. Kemudian dilunasi pembayarannya pada Juli lalu. (why)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional