Kejati NTB Tutup Peluang Usut Agunan Lahan LCC

Tomo Sitepu. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kejati NTB menutup pintu pengusutan kasus agunan aset Perusda Lombok Barat PT Tripat dalam kerjasama dengan PT Blis Pembangunan Sejahtera. Alasannya, tidak ada indikasi kerugian negara dalam agunan tanah untuk Lombok City Center tersebut. Meskipun, PT Bliss mendapat manfaat kredit sampai Rp294 miliar.

“Itu bukan tanah Pemda tapi aset milik PT Tripat. Secara keperdataan sudah dipisahkan dari aset negara. Walaupun PT Tripat itu BUMD,” jelas Kepala Kejati NTB Tomo Sitepu dikonfirmasi Jumat, 3 Desember 2021. Dia menambahkan, PT Tripat sebagai badan usaha dengan aset milik sendiri memiliki hak untuk menjadikannya sebagai agunan. Aset tanah seluas 4,8 hektare di Narmada, Lombok Barat itu sudah bukan lagi milik Pemkab Lombok Barat secara langsung.

Iklan

“Dulu itu memang tanahnya Pemda. Setelah itu dijadikan penyertaan modal PT Tripat. Jadi lah itu asetnya PT Tripat. Ada persetujuan dewan juga,” terangnya. Aset tanah ini kemudian menjadi salah satu objek kerjasama dengan PT Bliss. Yakni sebagai lokasi pembangunan pusat perbelanjaan Lombok City Center yang kini sudah kolaps. “Boleh itu dia agunkan karena dia badan usaha,” sebut Tomo.

Di dalam perjanjian kerjasamanya, PT Bliss mendapat keistimewaan mengagunkan lahan PT Tripat. PT Bliss lalu menjadikan agunan untuk pinjaman kredit di Bank Sinarmas pada tahun 2013. PT Bliss mendapat fasilitas kredit sebesar Rp264 miliar. “Buktinya sampai sekarang tidak ada teguran soal kredit macet. Yang tanggungjawab PT Bliss terkait kreditnya. Tunggu saja nanti sampai masa kreditnya habis,” urainya.

Tomo menegaskan, tidak semua indikasi dapat diteruskan pengusutannya ke tindak pidana korupsi. Pihaknya mengkaji secara menyeluruh sebelum membuka kasus baru. Baik dari sudut pandang pidana maupun perdatanya. “Sekarang Datun (Perdata dan Tata Usaha) sedang jajaki bagaimana caranya kembalikan sertifikat itu. Bukan soal korupsinya. Tidak semuanya harus kita sidik korupsi,” kata Tomo. (why)

Advertisement