Kejati NTB Selamatkan Keuangan Negara Rp1,93 Miliar

Purwanto Joko Irianto. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Penanganan kasus korupsi Kejati NTB membuah hasil. Selain membuktikan perbuatan pidana, penindakan melalui Bidang Pidsus ini juga menyelamatkan keuangan negara. Antara lain dari pembayaran uang pengganti kerugian negara akibat korupsi.

“Dari 24 perkara yang sudah diputus dan dieksekusi, total penyelamatan keuangan negara mencapai Rp1,93 miliar,” ucap Wakajati NTB Purwanto Joko Irianto, Kamis, 22 Juli 2021 dalam konferensi pers capaian kinerja semester I dalam rangka peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-61. Penyelamatan keuangan itu sepanjang Januari 2020 sampai Juli 2021. Rinciannya, Kejati NTB menyelematkan keuangan Rp484,265 juta. Pengembalian ini dari kasus korupsi Dana Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Asrama Haji Embarkasi Lombok tahun 2019.

Iklan

Mantan Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi Lombok Abdurrazak Alfakkhir membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp284,265 juta tersebut. Razak kini sudah menjadi terpidana dengan hukuman penjara satu tahun dua bulan, dan denda Rp50 juta subsider dua bulan kurungan. Asrama Haji Embarkasi Lombok mendapat PNBP tahun 2019 sebanyak Rp1,4 miliar. Tapi yang disetorkan hanya Rp996,18 juta. Selisihnya dipakai untuk keperluan pribadi dan pelayanan tamu kedinasan.

Sementara Kejari Mataram memulihkan kerugian negara dari kasus korupsi sewa lahan Desa Sesela untuk pembangunan menara telekomunikasi tahun 2018. Mantan Kades Asmuni yang kini menjadi terpidana membayar uang pengganti Rp50 juta. Asmuni dijatuhi hukuman penjara satu tahun dan denda Rp50 juta subsider tiga bulan kurungan.

Purwanto merinci, Kejari Lombok Timur memulihkan kerugian negara sebesar Rp1,37 miliar; Kejari Dompu Rp21,93 juta; dan Kejari Bima Rp2,8 juta. “Sesuai tujuan penanganan korupsi bahwa penindakan berorientasi pada pemulihan kerugian negara,” tutup Wakajati. (why)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional