Kejati NTB Batal Periksa Tersangka Kasus di Bank NTB

Juru Bicara Kejati NTB, Dedi Irawan (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kejaksaan Tinggi NTB batal memeriksa dua tersangka dugaan korupsi pada PT. Bank NTB. Alasannya, saat agenda pemeriksaan, kedua  tersangka tidak hadir, sehingga dilayangkan panggilan kedua.

Dua tersangka adalah Direktur PT. PDM, Sur dan Direktur Cabang Bank NTB Dompu, SR. Sedianya penyidik meminta keterangan Rabu pekan lalu. ‘’Tapi pada Rabu pekan kemarin  dua tersangka tidak hadir,’’ kata Juru Bicara Kejati NTB, Dedi Irawan SH.,MH kemarin. Namun ia belum mendapat informasi soal alasan ketidakhadiran kedua tersangka.

Iklan

Keduanya akan diperiksa sebagai tersangka setalah Pidsus resmi mengeluarkan surat perintah penyidikan beberapa waktu lalu. Namun karena tidak hadir, akan dilayangkan panggilan kedua. ‘’Pidsus sudah layangkan panggilan kedua untuk dua tersangka,’’ sebut Dedi Irawan, namun tak memastikan jadwal pemeriksaan.

Dedi Irawan menambahkan, kasus ini tidak menutup kemungkinan terus berkembang.  ‘’Yang jelas masih lanjut. Masih dikembangkan oleh penyidik,’’ jawab Dedi Irawan. Ditanggapinya terkait tanda tanya ke Kejaksaan yang hanya menetapkan dua tersangka.

Sementara ini, dipastikan baru dua tersangka yang sudah ditetapkan adalah SR dan Sur yang paling bertanggung jawab dengan pencairan anggaran Rp6,3 miliar. Itu menurut Dedi, berdasarkan bukti dan keterangan saksi-saksi baru dua orang yang terlibat dan ditetapkan sebagai tersangka. ‘’Tapi nanti kita tunggu pengembangan dari penyidik. Karena penyelidikan masih berjalan,’’ pungkasnya.

Pengacara tersangka Dirut PT. PDM Saifuddin, SH mengakui kliennya mendapat panggilan untuk pemeriksaan sebagai tersangka Rabu lalu. Namun diakuinya belum bisa dipenuhi panggilan lantaran masih belum siap. Kliennya sedang melengkapi bahan untuk jadi bahan argumentasi saat pemeriksaan mendatang. (ars)