Kejari Sumbawa Selidiki Proyek Pengadaan Benih Padi Inbrida

Iwan Setiawan. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kejari Sumbawa mulai mengusut dugaan korupsi proyek pengadaan benih padi Inbrida tahun 2019. Proyek ini untuk lokasi tanam lahan kering dan lahan sawah. Pengadaannya untuk nilai proyek Rp3,8 miliar dengan mekanisme penunjukan langsung.

Kepala Kejari Sumbawa Iwan Setiawan mengatakan kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. “Ya (penyelidikan),” ucapnya dikonfirmasi Senin, 18 Januari 2021. Dalam penyelidikan ini, tim jaksa masih mengumpulkan data dan bahan keterangan. Sejumlah pihaknya sudah dimintai keterangan. Termasuk Kepala Pertanian Kabupaten Sumbawa.

Iklan

Kasus ini mulai naik penyelidikan September 2020 lalu. Pengusutannya berdasarkan laporan masyarakat. “Masih Pulbaket Puldata,” jelasnya. Data dihimpun Suara NTB, proyek pengadaan benih padi Inbrida di Kabupaten Sumbawa 2019 dianggarkan melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI.

Pagu anggarannya Rp49 miliar bersumber dari APBN 2019. Pengadaan di Kabupaten Sumbawa disusun dengan harga perkiraan sendiri (HPS) Rp3,8 miliar. Metode pengadaannya dengan penunjukkan langsung CV CM yang bermarkas di Kota Mataram. CV CM mengajukan harga penawaran Rp3,797 miliar. Pengadaan kemudian dikerjakan November 2019. Bantuan benih ini disalurkan dengan ketentuan teknis 25 kg benih untuk areal tanam seluas 1 hektare.

Rekanan ini juga sebelumnya mendapat penunjukkan langsung pada proyek yang sama. Proyek nontender ini dibuat pada Juli 2019 dengan nama bantuan benih padi Inbrida lahan kering di Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat. Pengadaannya melalui Dinas Pertanian dan perkebunan Provinsi NTB dengan anggaran dari APBN 2019. Nilai pagu paketnya Rp4,9 miliar. Kemudian disusun HPS Rp4,887 miliar. CV CM mendapat penunjukkan langsung dengan harga penawaran Rp4,875 miliar. (why)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional