Kejari Sumbawa Klarifikasi PPK dan Konsultan Pengawas Bendung Arahmano

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Kasus dugaan penyimpangan proyek Bendung Arahmano Kecamatan Lenangguar tengah dalam pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumbawa. Dalam beberapa Saat ini jaksa sudah mulai melakukan klarifikasi terhadap sejumlah pihak terkait.

Menurut informasi, Rabu, 9 Mei 2018, ada tiga orang yang diklarifikasi pihak kejaksaan. Yakni Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Soni Iswanto, Konsultan Pengawas, Hairil Anwar dan seorang lainnya Abdul Hamid. Ketiganya diklarifikasi secara terpisah oleh jaksa pelaksana pulbaket, Purning Dahono Putro.

Iklan

Klarifikasi dilakukan di ruangan Seksi Intelijen mulai dari pukul 10.00 Wita hingga sekitar pukul 16.00 Wita. Untuk diketahui, pada Selasa, 8 Mei, jaksa juga melakukan klarifikasi terhadap satu orang yang mengetahui tentang proyek.
PPK proyek, Soni Iswanto yang diwawancarai usai klarifikasi enggan berkomentar mengenai pemeriksaannya. Ia menyarankan wartawan untuk langsung menanyakan ke jaksa. Karena apa yang ditanyakan sudah dijawabnya saat klarifikasi.

“Langsung tanya ke jaksa saja. Sudah saya sampaikan tadi saat ditanya. Biar sama keterangannya,” singkatnya sambil meninggalkan Kantor Kejari Sumbawa.

Sementara, Kajari Sumbawa, Paryono, SH membenarkan adanya klarifikasi tersebut. Klarifikasi ini dalam rangka pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) dalam kasus dugaan penyimpangan Bendung Arahmano. Pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih detail mengenai pemeriksaan, mengingat penanganan masih dalam tahap pulbaket.
“Karena ini masih tahap pulbaket, kami belum bisa memberikan keterangan lebih banyak,” tukas Kajari. (ind)