Kejari Selong Tuntaskan Pemeriksaan Lapangan Kasus Sekaroh

Mataram (Suara NTB) – Kejari Selong melakukan pemeriksaan lapangan di lokasi dugaan penerbitan hak milik di kawasan hutan lindung Sekaroh, Jerowaru, Lombok Timur. Pemeriksaan di RTK 15 Hutan Sekaroh itu bersama tim ahli berbagai instansi.

“Kita turun pemeriksaan lapangan minggu lalu. Sudah selesai,” kata Kasi Pidsus Kejari Selong, Iwan Gustiawan di kantor Kejati NTB, Selasa, 31 Januari 2017.

Iklan

Pemeriksaan lapangan itu, sambung dia, dilakukan bersama tim Kemenhut RI, BPN Lotim, Dinas Kehutanan Provinsi NTB, KPHL Rinjani Timur dan Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah VIII Denpasar.

“Untuk mengecek semua objek yang ada di situ. Hasilnya untuk bahan penyidikan lebih lanjut. Pemeriksaan itu sudah rampung. Lima hari kita di lapangan,” jelasnya.

Selain itu, pemeriksaan lapangan itu untuk menguji indikasi besaran nilai kerugian negara dari puluhan sertifikat hak milik yang diterbitkan di dalam kawasan hutan lindung.

Hasil itu dipadukan dengan hasil dari Badan Litbang dan Inovasi Kementerian LHK. “Penelitian perhitungan potensi kerugian negara,” ujar Iwan.

“Begitu juga dengan penerbitan puluhan SHM di dalam kawasan hutan, apakah itu ada atau tidaknya, kita tidak bisa beberkan, karena itu bagian dari materi penyidikan kami,” imbuh dia.

Catatan kasus tersebut, Direktorat Jenderal Penegakkan Hukum Kementerian LHK mengidentifikasi sebanyak 40 lebih SHM yang terbit di dalam kawasan hutan lindung Sekaroh.

Puluhan SHM yang terbit diduga milik perorangan yang kemudian diperjualbelikan kepada pihak lain. Indikasi lainnya yakni pemiliknya diduga berasal dari luar NTB. (why)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here