Kejari Mataram Protes Lapas

Kajari Mataram, I Ketut Sumedana (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) – Tersangka MH diduga membuat video testimoni dalam kasus dugaan menerima fee proyek bencana gempa. Namun video yang beredar luas itu justru menjadi blunder. Kejari Mataram akan melayangkan surat ke Kanwil Kemenkum HAM NTB, mengklarifikasi soal penggunaan alat komunikasi di dalam Lapas.

Dalam video berdurasi 1,06 detik itu tersangka HM mengenakan kaos kuning, di depan kamera ponsel membuat video klarifikasi soal kasusnya. Ia membantah melakukan pemerasan terhadap Kadisdik Kota Mataram, Sud dan Kontraktor CTH terkait dana proyek bencana. Namun aksinya itu memicu masalah baru, khususnya bagi pihak Lapas Mataram.

Iklan

Kajari Mataram Dr. I Ketut Sumedana, SH.,MH   mempertanyakan aktivitas  perekaman video oleh tersangka dalam posisi sebagai tahanan titipan pihaknya. ‘’Kalau itu dibuat di Lapas Mataram saya sangat sayangkan,’’ kata Kajari Rabu, 26 September 2018 kemarin.

Seharusnya, kata Kajari, tidak boleh ada alat komunikasi apapun yang dipakai di dalam Lapas. Larangan berlaku untuk pengunjung, terlebih tahanan atau pun narapidana. ‘’Jelas ini pelanggaran peraturan Menkum HAM. Saya sesalkan kalau memang video itu dibuat di dalam Lapas,’’ tandasnya.

Untuk itu Kajari mengaku akan mengklarifikasi melalui Kemenkum HAM NTB. ‘’Hari ini (kemarin) juga saya layangkan surat klarifikasi,’’ tandasnya.

Jika benar tersangka HM melakukan tindakan itu, maka pihaknya meminta agar  diproses atas pelanggaran yang terjadi di dalam Lapas tersebut. Jika pihak Lapas beralibi bahwa video itu dibuat di luar tahanan, pihaknya  memastikan ada kemungkinan kecolongan.

‘’Tapi selama diperiksa di sini (Kejari Mataram) terus dalam pengawasan kami kok, ndak ada dia main video,’’ tegasnya.  Tidak ingin berspekulasi,  Kajari akan melayangkan surat klarifikasi secara resmi. Apapun  hasilnya, pihaknya menunggu jawaban atas permintaan klarifikasi tersebut.

Video itu sudah disaksikan langsung oleh Kajari. Namun apapun pembelaan tersangka,tidak akan mempengaruhi proses penyidikan. Ia hanya menganggap itu sebagai pembelaan kosong dari tersangka.

‘’Kasusnya jalan terus, ndak ada pengaruhnya. Biarkan saja dia mau ngomong apa. Tapi yang saya persoalkan adalah kenapa video itu bisa dibuat di dalam Lapas,’’ protesnya. (ars)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional