Kejari Lotim Kebut Penyidikan Dugaan Kredit Fiktif

Kasi Intelijen Kejari Lotim, Lalu. M. Rasydi saat memeriksa dua orang guru sebagai saksi selaku korban yang namanya dipalsukan dalam kredit fiktif PD BPR cabang Aikmel, Rabu, 18 Agustus 2021.(Suara NTB/ist)

Selong (Suara NTB) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Timur (Lotim) terus mempercepat proses penyidikan kasus dugaan korupsi kredit fiktif pada PD. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) cabang Aikmel. Rabu, 18 Agustus 2021 Jaksa penyidik kembali memeriksa dua orang guru sebagai saksi selaku korban yang namanya dipalsukan. Dalam kasus ini, Kejari Lotim sudah mengantongi calon tersangka yang dalam waktu dekat akan ditetapkan.

Kasi Intelijen pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Lalu M. Rasyidi, menerangkan, dalam kasus yang merugikan negara sekitar Rp1 miliar tersebut. Tim jaksa penyidik melakukan pemeriksaan saksi terhadap puluhan guru yang namanya dipalsukan dalam kredit fiktif berupa peminjaman uang di BPR cabang Aikmel tersebut.

Iklan

 “Dalam tahap penyidikan ini, kita sudah periksa empat orang guru baik pada hari Selasa dan Rabu hari ini, (kemarin,red),” terangnya, Rabu, 18 Agustus 2021.

Diketahui, penanganan kasus ini berdasarkan laporan dari para nasabah sekitar 20 orang yang sudah dimintai keterangan baik dari pihak bank, nasabah serta Dinas Dikbud (UPT Dikbud Pringgasela) dengan kisaran kerugian sebesar Rp1 miliar lebih yang terjadi pada tahun 2020 hingga 2021.

Kejari Lotim akan melibatkan aparat pengawas internal pemerintah (APIP) dalam hal ini Inspektorat maupun tim ahli untuk melakukan audit memastikan kerugian negara dalam kasus tersebut. Dalam tahap penyidikan ini, Kejari Lotim akan meminta bantuan tim ahli untuk penghitungan kerugian negara.

Penanganan kasus ini sebelumnya melalui proses penyelidikan selama tiga bulan hingga dinaikkan statusnya ke penyidikan. Dalam tahap penyidikan ini, Kejari lotim sudah mengantongi nama calon tersangka namun enggan dibeberkan karena masuk dalam ranah penyidikan.

Kejari Lotim juga sudah melakukan pemeriksaan sejumlah oknum dari pihak bank dan Dikbud Lotim yang diduga melakukan manipulasi  peminjaman nasabah. Pihak dari Kejari Lotim sendiri sudah mengantongi dua alat bukti yang cukup yang mengindikasikan kerugian negara dan dikantonginya penetapan tersangka.

Dalam kasus ini, oknum bendahara juga melakukan peminjaman di Koperasi Karya Dharma yang berlokasi di Kecamatan Selong. Modus yang digunakan oleh pelaku dengan memanipulasi data peminjam atau anggota koperasi. Namun setoran ke koperasi ini mandek akibat pandemi Covid-19 sehingga menyebabkan terkuaknya modus pelaku. (yon)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional