Kejari Lotim dan Loteng Berkomitmen Jadi Zona Bebas Korupsi

Pelepasan balon pada pencanangan zona integritas menuju wilayah bebas korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih melayani (WBBM) di lingkungan Kejari Lotim (insert) Kajari Loteng, Fadil Regan memberikan keterangan.(Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Timur (Lotim), Kamis, 25 Maret 2021 mencanangkan zona integritas menuju wilayah bebas korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih melayani (WBBM). Pencanangan ini diawali Kepala Kejaksaan Negeri Lotim, Irwan Setiawan Wahyuhadi.,SH,MH, diikuti seluruh jajaran.

Kajari Lotim menyampaikan bahwa zona integritas adalah predikat yang diberikan kepada instansi pemerintah yang pimpinan dan jajarannya mempunyai komitmen untuk mewujudkan WBK/WBBM melalui reformasi birokrasi, khususnya dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Iklan

Untuk itu dibutuhkan kesungguhan dari seluruh jajaran dalam upaya mencapai predikat tersebut dimulai dari individu masing-masing. Kajari Lotim juga menantang kepada seluruh jajaran untuk mengeluarkan inovasi-inovasi pada masing-masing bidang dengan menggunakan sarana Informasi Teknologi (IT) yang dapat mendukung pelaksanaan tugas dan tanggungjawab sehari-hari.

Hal ini sejalan dengan arahan Jaksa Agung RI yang menghendaki sistem yang transparan khususnya terkait pelayanan masyarakat. Adanya pencanangan zona integritas menuju WBK dan WBBM ini, kata Kajari, diharapkan dapat meningkat kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum. Di mana Kejari Lotim berkomitmen untuk menegak hukum seadil-adilnya tanpa pandang bulu.

“Zona integritas ini sebagai wujud nyata kita dalam melayani masyarakat secara baik dan transparan. Begitu ada laporan masyarakat maka kita tindaklanjuti,” tegas Kajari didampingi Kasi Intelijen, Lalu M. Rasyidi.

Target Lulus

Demikian halnya dengan Kejari Lombok Tengah (Loteng) yang juga menargetkan bisa ditetapkan sebagai WBK dan WBBM pada tahun 2021 ini. Pembenahan menyeluruh pun dilakukan, setelah tahun lalu Kejari Loteng gagal ditetapkan sebagai WBK dan WBBM.

 “Pencanangan zona integritas bebas korupsi ini sebagai bentuk komitmen awal kita untuk mewujudkan reformasi birokrasi. Dalam rangka mewujudkan Kejari Loteng jadi zona bebas korupsi, birokrasi bersih dan melayani,” terang Kajari Loteng, Fadil Regan, S.H., kepada wartawan.

“Inilah yang tahun ini kita kejar dan harus bisa. Tidak bisa ditawar-tawar lagi,” ujarnya. Seluruh elemen yang ada di Kejari Loteng pun sudah membangun komitmen perubahan. Untuk menjadi lebih baik kedepan. Komitmen perubahan dalam rangka mewujudkan prediket WBK dan WBBM, juga akan diimplementasi dengan menyiapkan sarana dan prasarana penunjang pelayanan publik. Termasuk Standar Operasional Prosedur (SOP) di setiap tahapan pelayanan di Kejari Loteng. Sehingga semua bentuk pelayanan yang diberikan Kejari Loteng jelas dan terukur.

Untuk mendorong perubahan mainset tersebut nantinya akan diimbangi pengawasan melekat di masing-masing jenjang. Di mana setiap unsur pimpinan diharuskan menjadi role model bagi bawahanya. Bahkan bisa perlu, untuk meminimalisir potensi suap atau gratifikasi di setiap ruang pemeriksaan akan dipasangkan CCTV. Sehingga pengawasan bisa dilakukan setiap saat. (kir)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional