Kejari Loteng Tahan Kades Landah

Praya (Suara NTB) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Praya Lombok Tengah (Loteng), resmi menahan Kepala Desa Landah Praya Timur, Junaidi, Kamis, 20 Oktober 2016. Penahanan Junaidi setelah sebelumnya, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) serta Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahun 2014 dan 2015. Tersangka kini dititip di Rutan Mataram, sembari menunggu proses pelimpahan berkas ke Pengadilan Tipikor Mataram.

Penahanan Kades Landah kian menambah panjang daftar Kades di Loteng yang harus meringkuk di penjara. “Mulai hari ini, Kades Landah berstatus tahanan Kejari Loteng. Dan, sementara dititip di Rutan Mataram,” ungkap Kasi. Pidsus Kejari Loteng, Hasan Basri, S.H.M.H., Kamis sore.

Iklan

Datang memenuhi panggilan jaksa sekitar pukul 09.00 wita, Kades Landah langsung menjalani pemeriksaan di ruang penyidik. Setelah hampir lima jam lamanya, Kades Landah kemudian digiring keluar oleh penyidik. Lengkap dengan rompi tahanan kasus korupsi. Dan, langsung diangkut menuju Rutan Mataram.

Kades Landah ditahan, karena diduga melakukan korupsi penggunaan ADD dan BLT selama dua tahun terakhir dengan nilai kerugian negara mencapai Rp. 190 juta lebih. Namun besaran kerugian negara besar kemungkinan bisa bertambah. Mengingat, pihak Kejari Praya saat ini tengah melakukan audit terhadap penggunaan ADD tahun 2013.

Lebih lanjut Hasan menambahkan, selain Kades Landah pihaknya saat ini juga tengah menyelidiki dugaan korupsi di beberapa desa lainnya. Mengingat laporan dugaan korupsi ADD yang masuk ke Kejar Loteng cukup banyak. Di mana jika ditotal dengan Desa Landah, total adal 18 kades yang dilaporkan ke Kejari Praya. Laporan terakhir yang masuk dari Desa Puyung. (kir)