Kejari Lombok Tengah Susun Strategi Baru Ungkap Kasus Bantuan Alsintan

Praya (Suara NTB) – Upaya Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Tengah (Loteng) mengungkap kasus dugaan korupsi program bantuan alat sistem pertanian (Alsintan) tahun 2017, belum menemukan titik terang. Kejari Loteng sejauh ini masih kesulitan menemukan alat bukti terkait dugaan penyimpangan yang terjadi dalam proyek bernilai miliaran rupiah tersebut.

“Hampir semua pihak yang terkait dalam program ini sudah kita mintai keterangan. Hanya saja, belum ada keterangan atau bukti yang menguatkan dugaan penyimpangan yang terjadi dalam proyek ini,” ungkap Kasi Pidsus Kejari Loteng, Hasan Basri, S.H.M.H., kepada Suara NTB, Senin, 23 April 2018.

Iklan

Meski demikian, tegasnya hal itu tidak sampai menyurutkan niat pihaknya untuk menuntaskan proses penyelidikan terhadap kasus tersebut. Di mana saat ini, pihaknya tengah menyusun strategi baru. Harapannya, dengan strategi baru ini pihaknya bisa segera mengungkap dugaan penyimpangan yang terjadi.

Diakuinya, dengan pola yang dijalannya saat ini pihaknya memang agak kesulitan mengungkap dugaan penyimpangan yang ada, sehingga pihaknya berpikir perlu ada pola yang lain supaya dugaan penyimpangan yang terjadi, bisa segera terungkap. “Soal strategis yang kita jalankan, tentu tidak bisa kita ungkap. Tapi yang jelas, kasus ini harus tuntas,” tambah Hasan.

Tentunya untuk bisa mengungkap kasus ini butuh proses dan waktu cukup lama, sehingga pihaknya tidak bisa memberikan kepastian sampai kapan proses penyelidikan akan dilakukan. Yang jelas, selama masih ada jalan, pihaknya akan terus berupaya maksimal mengungkap kasus dugaan korupsi pada program bantuan alsintan Loteng tahun 2017 tersebut.

“Banyak jalan yang bisa kita lakukan. Kalau jalan satu tidak bisa, kita akan coba jalan yang lain. Terpenting kasus ini harus tuntas dan selesai,” tandasnya.

Program bantuan Alsintan sendiri ada tiga jenis. Pertama bantuan mesin combain sebanyak 18 unit. Kemudian ada 99 bantuan handtraktor serta 100 lebih bantuan mesin pompa air dengan total anggaran mencapai lebih dari Rp 5 miliar. Adapun sumber anggaran bantuan tersebut, selain dari Pemkab Loteng ada juga yang bersumber dari APBD provinsi serta APBN. “Khusus untuk bantuan combain, seluruh bersumber dari pemerintah pusat. sedangkan untuk bantuan handtraktor serta mesin pompa air ada yang dari APBN Loteng serta APBD provinsi,” terangnya. (kir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here