Kejari Lombok Tengah Hentikan Penyidikan Kasus Bibit Kedelai 2017

Otto Sompotan (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Kasus pengelolaan dana bantuan produksi kedelai tahun 2017 dihentikan. Meskipun sebelumnya sudah ditangani di tahap penyidikan. Alasannya, unsur tindak pidana korupsi tidak terpenuhi. “Sudah dihentikan berdasarkan Surat Perintah Penghentian Penyidik (SP3) tertanggal 30 Juli 2020,” terang Kepala Kejari Lombok Tengah Otto Sompotan, Kamis, 17 Desember 2020.

Dia menambahkan, penghentikan penyidikan kasus dengan pertimbangan hukum. “Dihentikan oleh karena tidak terpenuhinya unsur tindak pidana korupsi. Saat saya menjabat, penyidikan perkara itu tidak tercatat lagi,” ujarnya. Otto mulai menjabat menggantikan Ely Rachmawati sejak 19 Agustus 2020. Kasus tersebut sudah tidak tercatat lagi dalam register perkara laporan bulanan. Berkas penyidikannya dipindahkan ke ruang arsip.

“Karena penyidikannya sudah dihentikan, jadi berkas tidak raib. Pencatatannya tidak hilang melainkan sudah dihentikan sejak Juli 2020. Berkasperkaranya ada di ruang arsip,” ungkapnya.

terpisah, Juru Bicara Kejati NTB Dedi Irawan mengatakan, penghentikan penyidikan kasus memiliki prosedur operasional standar. Untuk kasus yang diatensi, ekspose penghentiannya dilakukan di Kejati NTB. “Yang itu sudah diekspose di Pidsus. Sudah memenuhi syarat penghentian perkara,” ucapnya.

Catatan kasus bantuan benih kedelai ini mulai ditangani penyelidikannya sejak tahun 2018 lalu. Indikasi perbuatan korupsi ditemukan sehingga dinaikkan ke tahap penyidikan. antara lain, dengan dugaan bibit yang tidak sesuai spesifikasi.

Sejumlah saksi diperiksa. Mulai dari pejabat Dinas Pertanian Provinsi NTB, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Lombok Tengah, Kepala UPT, Petugas Penyuluhan Lapangan (PPL), dan Kelompok Tani penerimaan bantuan dari lima Kecamatan.

Tim jaksa penyidik lalu meminta audit kerugian negara ke BPK RI. Proses auditnya membutuhkan waktu yang panjang. Unsur kerugian negara tidak ditemukan. Sampai kemudian ditemukan indikasi suap antara oknum pejabat dengan pengecer.

Bantuan bibit kedelai ini anggarannya bersumber dari APBN-P tahun 2017. Penyalurannya meliputi 316 kelompok tani di lima kecamatan. Diantaranya Janapria, Kecamatan Praya Timur, Kecamatan Pujut, Kecamatan Praya Barat, dan Kecamatan Praya Barat Daya.

Total anggaran yang disalurkan Rp12 miliar. Dikirimkan langsung ke rekening kelompok tani. Program bantuan bibit ini untuk lahan pertanaman kedelai seluas 10 ribu hektare. (why)