Kejari Dompu Limpahkan Tiga Kasus Dana Desa

M. Isa Ansyori. (Suara NTB/Jun)

Dompu (Suara NTB) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Dompu, akhirnya melimpahkan berkas tahap II tiga kasus korupsi dana desa. Diantaranya, korupsi DD/ADD tahun 2018 di Desa Raba Baka dengan tersangka utama inisial Ts. Dua lainnya menjerat Plt. Kades Malaju Ah (51) dan Bendahara Desa Mangge Asi, Fl (26). Mereka diduga telah melakukan kejahatan yang mengakibatkan timbulnya kerugian negara ratusan juta rupiah.

Kasi Pidsus Kejari Dompu, M. Isa Ansyori, SH., kepada Suara NTB di kantornya, Rabu, 14 Oktober 2020 menyampaikan, penyerahan tersangka dan barang bukti akan dilakukan hari ini (kemarin). Tepatnya dari Polsek Dompu menuju Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Mataram. “Hari ini kita limpahkan tiga kasus korupsi, Insya Allah siang sudah berangkat dari Polsek Dompu,” terangnya.

Iklan

Dari tiga perkara dugaan korupsi DD/ADD tersebut, baru tiga dari empat tersangka utama yang berhasil ditahan. Satu lain yakni mantan Kepala Desa Mangge Asi, Sh (54) masih menjadi buronan polisi.

Untuk kasus korupsi di Desa Raba Baka, lanjut dia, ditemukan kerugian keuangan negara sebesar Rp222 juta. Itu bersumber dari penyimpangan anggaran program pekerjaan fisik dan non fisik tahun 2018. Sementara di Desa Mangge Asi, kerugiannya lebih dari Rp200 juta untuk tahun anggaran 2018-2019. “Kalau Malaju kurang lebih ada Rp100 juta, itu sesuai laporan hasil pemeriksaan Inspektorat,” jelasnya.

Kendati baru tiga tersangka ditetapkan dalam proses penyidikan, M. Isa Ansyori menegaskan, masih ada kemungkinan terungkapnya pelaku lain. Biasanya itu ditemukan dalam fakta persidangan di pengandilan. “Soal sidangnya apakah di Mataram atau via daring, kita belum bisa pastikan. Nanti pasti ada saksi-saksi dari perangkat desa yang akan diminta keterangan, disana baru kita lihat apakah satu atau ada pelaku lain dari beberapa kasus ini,” pungkasnya. (jun)