Kejari Bima Selidiki Pengelolaan Aset Hotel Komodo

Syafruddin. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Kejari Bima belum melangkah jauh mengusut kasus pengelolaan aset Pemkab Bima pada Hotel Komodo. Pasalnya, para pihak sebelumnya terikat kerjasama. Walaupun sudah bubar pada tahun 2002, tapi pihak ketiga tetap mengelola sampai tahun 2020 lalu.

“Pemkab sebagai yang punya aset ada perjanjian dengan pengelolanya,” jelas Kasi Pidsus Kejari Bima Syafruddin ditemui di Mataram, Selasa, 26 Januari 2021.

Iklan

Hotel Komodo beralamat di Jalan Sultan Ibrahim, Kelurahan Paruga, Rasanae Barat, Kota Bima. Hotel tersebut dikelola Maman Sirad sejak tahun 1987 sampai tahun 2002 sesuai dengan klausul perjanjian. Nilai sewanya per tahun Rp1,5 juta. Disetorkan pengelola kepada Pemkab Bima.

Kasus ini sebelumnya sudah pernah dalam pembahasan legal opinion dari Bidang Datun. Pada intinya, aset tersebut sudah habis masa kerjasamanya sehingga harus ditarik lagi dalam penguasaan Pemkab Bima. Pengelolaan tahun 2002 sampai 2020 dinyatakan ilegal karena tidak ada dasar hukum perjanjiannya.

“Perdatanya diselesaikan dulu,” sebutnya. Hubungan keperdataan itu pula yang membuat Bidang Pidsus belum menyelidiki kasus ini lebih jauh.

Syafruddin mengatakan pihaknya sudah mengambil keterangan sejumlah saksi. Serta menghimpun dokumen. “Kita mencari apakah ada perbuatan korupsinya atau tidak,” jelasnya. (why)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional