Kejar Pencuri, Polisi Dapati Pelaku Pesta Sabu

Kapolres Mataram, Saiful Alam menunjukkan barang bukti kasus pencurian modus bobol jok motor yang ditemukan sedang berpesta sabu, Selasa, 6 November 2018. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Pengendara motor perlu berpikir ulang ketika hendak menyimpan barang berharga di dalam jok kendaraan. Sebab bisa saja diintai pelaku kejahatan. Seperti yang dilakukan tersangka NS alias BD (27), yang hasil curiannya dipakai untuk pesta sabu.

Pelaku mengambil ponsel pintar pelanggan yang memarkir kendaraan di tepi Jalan Udayana, Ampenan, Mataram. Korbannya saat itu sedang berbelanja kuliner.

Iklan

Pelaku membobol jok motor korban. Residivis ini melakukan modus yang sama sebanyak dua kali. Di tempat yang hampir sama pula.

Kapolres Mataram, AKBP Saiful Alam menjelaskan, pelaku sehari-hari menyaru tukang parkir di Jalan Udayana yang ramai pedagang kaki lima.

“Dia mengintai calon korbannya yang menyimpan barang berharga di jok motor,” ujarnya Selasa, 6 November 2018.

Setelah memastikan korban lengah, pelaku kemudian mencongkel jok. Di hari Jumat, 2 November 2018, BD mendapati ponsel Xiaomi Redmi Note 5 dan dompet berisi surat, kartu dan uang tunai.

Sehari berselang, BD meraup ponsel Oppo F3 dengan modus yang sama. Korbannya baru sadar setelah hendak pulang. Tapi BD sudah lebih dulu kabur. Dua korbannya merugi dengan total Rp10 juta.

Polisi kemudian berhasil melacak ponsel curian berada di Desa Merca, Lingsar, Lombok Barat. “Pelaku menitipkan ke seseorang untuk membuka sandi HP itu,” ucap Kapolres.

Sementara pelaku BD sedang berada di rumah kawannya berinisial BJ. Tak jauh dari sana. Usai menyita dua ponsel curian yang dititip itu, polisi bergerak ke rumah BJ dan menemukan tersangka BD.

“Karena digerebek, pelaku ini kabur sehingga anggota terpaksa melumpuhkan pelaku,” kata Saiful. Tersangka BD menderita luka tembak di kaki kanannya.

Kemudian, di kamar ditemukan dua orang lain, BJ alias SR dan MS alias SD. Ada juga alat hisap, satu poket sabu seberat 1 gram, tujuh unit ponsel, dan uang tunai Rp7,5 juta. Sabu itu diakui tersangka BJ dibeli seharga Rp1,3 juta.

“Mereka ini kita jerat juga dengan dugaan kepemilikan dan penyalahgunaan narkoba,” pungkasnya. (why)