Kejar Pembangunan Talud

Miftahurrahman. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Penataan lahan untuk penempatan pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Monumen Mataram Metro – Tembolak Mataram terus dilakukan. Untuk mempercepat proses tersebut pembangunan talud menjadi fokus utama.

“Kita butuh talud untuk saluran sekaligus talud untuk pengurugan. Karena lahan yang disiapkan lumayan dalam, pengurugkan ini yang masih kita kerjakan,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Mataram, Miftahurrahman, Minggu, 20 Juni 2021.

Iklan

Diterangkan, dari 48 are lahan yang ada hanya 4 are yang disiapkan untuk untuk relokasi PKL. Karena itu, pihaknya berharap para pedagang tidak memadati lahan bekas Lesehan Pondok Galih yang telah selesai dibersihkan.

“Jadi yang disiapkan (untuk PKL) hanya yang 4 are itu. Sisanya untuk RTH dan lain-lain. Sekarang memang ada yang masuk (ke lahan yang sudah dibersihkan), tapi bukan kita yang minta. Nanti kita minta pindah lagi,” jelasnya.

Setelah penataan selesai, pihaknya berharap PKL yang saat ini mengalami penertiban bisa mendapat lokasi berjualan yang lebih representatif. Terutama agar tidak kembali berjualan di sepanjang badan jalan antara Monumen Mataram Metro – Tembolak Mataram.

“Jadi setelah proses pembersihan ini selesai supaya bisa langsung masuk. Karena itu kita terus kerjakan taludnya dengan memakai anggaran rutin yang ada di PU,” ujar Mifta.

Di sisi lain, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk penataan tersebut.  Antara lain dengan Dinas Perdagangan Kota Mataram untuk membantu mengatur PKL yang akan berjualan di lokasi tersebut.

“Kapan selesainya kita langsung infokan (ke Dinas Perdagangan) supaya pedagang bisa masuk. Nanti mereka yang lebih mengerti bagaimana mengatur itu. Kalau kami sekarang fokus mengerjakan talud di lapangan, terutama karena kedalamannya yang lumayan ini kami masih butuh waktu,” tandas Mifta. (bay)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional