Kejar Pelaku Bom Ikan, Polisi Amankan Tiga Kapal

Barang bukti kapal pelaku pengeboman ikan yang diamankan polisi di Pulau Tete,  Kecamatan Lape, Kamis, 10 September 2020.(Suara NTB/ist)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Aksi pengeboman ikan atau illegal fishing  terus terjadi di  Sumbawa. Seperti halnya aksi yang didapati Sat Polairud Polres Sumbawa di lokasi Pulau Tete, Kecamatan Lape, Kamis, 10 September 2020.

Para pelaku pengeboman ikan yang diketahui berjumlah 7 orang tersebut berhasil melarikan diri.  Mereka langsung meninggalkan kapal dan hasil pengeboman saat mengetahui adanya kedatangan polisi. Kepolisian berhasil mengamankan barang bukti berupa 3 unit kapal dan ikan hasil pengeboman.

Iklan

Kasat Polair Polres Sumbawa AKP Aloisius Ignasius membenarkan adanya kejadian tersebut.  Dibeberkannya,  pengeboman ini dilakukan sekitar pukul 14.50 Wita.  Pihaknya mendapati pelaku melakukan pengeboman disusul dengan suara bom ikan yang cukup keras.  Setelah itu pihaknya langsung mendekati kapal para pelaku.  “Mengetahui kedatangan kami, para pelaku langsung mengkayuh kapal menuju perbukitan dan melarikan diri. Pelaku menggunakan 4 kapal namun 1 kapal karam sehingga yang kami amankan hanya 3 kapal,” terangnya,  Jumat, 11 September 2020.

Terpisah Kasubbag Humas Polres Sumbawa Iptu Sumardi, S.Sos menyampaikan, barang bukti ikan hasil pengeboman akan dilakukan uji laboratorium. Biasanya ikan yang dibom,  bagian organ dalamnya sudah pecah dan tidak utuh lagi. “Sat Polairud Polres Sumbawa tentu saja akan tetap melakukan pengejaran terhadap pelaku,” jelasnya.

Penggunaan bom ikan ini lanjutnya,  baik dalam jangka waktu yang tidak menentu maupun secara masif pasti berdampak buruk bagi ekosistem laut. Terutama terumbu karang dan berbagai jenis spesies laut lainnya. Sehingga pihak kepolisian harus melakukan penegakan hukum terhadap para pelaku agar memberikan efek jera bagi para pelaku lainnya. (ind)