Kejar ‘’Herd Immunity’’ Jelang WSBK, NTB Minta Vaksin Ekstra 1,3 Juta Dosis untuk Pulau Lombok

Kegiatan vaksinasi yang dipantau langsung Kapolda NTB, Moh.Iqbal dan Ketua Satgas Percepatan Vaksinasi NTB, H. Lalu Herman Mahaputra, beberapa waktu lalu. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB mengajukan tambahan vaksin ekstra sebanyak 1,3 juta dosis ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mengejar herd immunity sebesar 70 persen di Pulau Lombok sebelum gelaran World Superbike (WSBK) Mandalika. Permintaan vaksin ekstra sebanyak 1,3 juta dosis tersebut tujuannya agar tidak mengganggu jatah vaksin untuk kabupaten/kota di Pulau Sumbawa.

‘’Untuk Pulau Lombok kita minta 1,3 juta dosis.  Kita meminta 1,3 juta khusus Pulau Lombok, supaya jatah Pulau Sumbawa tak terganggu,’’ kata Asisten III Setda NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A., M.P.H., dikonfirmasi di Mataram, Selasa, 26 Oktober 2021.

Iklan

Eka menjelaskan, hal serupa pernah dilakukan saat menggenjot capaian vaksinasi di Lombok Tengah beberapa waktu lalu. Sebanyak 700 ribu dosis vaksin ekstra yang diminta diberikan oleh Kemenkes tanpa menganggu jatah kabupaten/kota lainnya di NTB.

Pemprov menargetkan, capaian vaksinasi dosis pertama sebesar 70 persen di Pulau Lombok bisa tercapai pada 10 November mendatang. ‘’Kenapa kita minta khusus 1,3 juta dosis untuk Pulau Lombok supaya tidak mengganggu jatah reguler daerah lain di Pulau Sumbawa,’’ terangnya.

Eka menjelaskan, capaian vaksinasi dan vaksinasi lansia sekarang menjadi indikator dalam penilaian level PPKM. Dikatakan, NTB naik menjadi PPKM Level 3 karena vaksinasi dosis pertama baru mencapai 52,9 persen dan vaksinasi lansia baru sebesar 35,96 persen untuk dosis pertama.

Dari 10 kabupaten/kota di NTB, sebut Eka, hanya Kota Mataram yang level vaksinasinya sudah hijau. Sedangkan kabupaten/kota lainnya masih kuning dan merah. “Ini yang membuat level 3,” terangnya.

Untuk keluar dari PPKM Level 3 menuju level 1, kata mantan Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB ini, Pemprov sedang fokus untuk mengejar capaian vaksinasi dosis pertama dan vaksinasi lansia. Namun, permasalahannya terletak pada logistik vaksin dari Pemerintah Pusat.

‘’Sehingga kita melakukan pendekatan kepada Kemenkes supaya bisa mengirimkan logistik yang lebih banyak karena kaitannya dengan WSBK,’’ jelasnya.

Kaitan dengan vaksinasi lansia yang masih merah dengan capaian 35,69 persen di NTB. Eka mengatakan, strategi yang dilakukan yaitu door to door. Dengan mendekatkan pelayanan vaksinasi kepada lansia, diharapkan capaiannya segera meningkat.

Jumlah sasaran vaksinasi lansia di NTB sebanyak 50.751 orang. Dengan rincian, Kota Mataram 26.011 orang, Lombok Barat 3.536 orang, Lombok Tengah 4.341 orang, Lombok Timur 4.809 orang, Lombok Utara 1.141 orang, Sumbawa Barat 1.600 orang, Sumbawa 4.910 orang, Dompu 988 orang, Bima 2.358 orang dan Kota Bima 1.057 orang.

Hingga Selasa (25/10), cakupan vaksinasi di NTB untuk dosis 1 mencapai 2.211.085 (56,54 persen). Dosis 2 sebanyak 913.641 (23,36 persen) dan dosis 3 (khususnya nakes) mencapai 20.244 (73,25 persen). (nas/rak)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional