Kejanggalan-kejanggalan Kasus TKW Sri Rabitah

Mataram (suarantb.com) – Menurut tim kuasa hukum Sri Rabitah, Muhammad Saleh dari Pusat Bantuan Hukum Buruh Migran (PBHBM) terdapat beberapa kejanggalan dalam kasus Rabitah. Ini disampaikan sebagai hasil pengamatan ahli yang khusus menangani kasus para TKI dan berdasarkan keterangan Rabitah.

  1. Manipulasi dokumen dan negara penempatan kerja

Menurut Saleh sejak awal data dalam dokumen Rabitah disebutnya telah dimanipulasi. Korban yang aslinya berasal dari Lombok Utara berubah menjadi Sesela, Gunung Sari, Lombok Barat. “Kalau sejak awal sudah ada manipulasi data dan dokumen, itu bisa  berkontribusi untuk hal-hal selanjutnya,” ujarnya.

Iklan

Manipulasi lain diyakini Saleh terjadi pada lokasi penempatan negara tujuan kerja. Menurut pengakuan Rabitah ia bersama seribu lebih rekannya memproses dokumen dengan tujuan Abu Dhabi. Namun saat turun di negara tujuan, justru diberitahukan bahwa dia berada di Qatar.

“Dia kaget waktu turun dari pesawat turunnya di Qatar. Itu kan tidak mudah berangkat ke Abu Dhabi berubah jadi Qatar. Ini jadi penting karena berkontribusi bagi data orang yang berangkat ke luar negeri. Karena bisa saja dimanfaatkan oleh majikan,” jelasnya.

  1. Operasi di Qatar

Hanya sepekan bekerja di rumah sang majikan, Rabitah dibawa ke rumah sakit.  Dengan alasan untuk pemeriksaan kesehatan mendetail di RS Hamad Qatar. Menurut Saleh ini sangat tidak masuk akal. Sebab Rabitah juga diminta untuk puasa. Sebelumnya, Rabitah juga mengakui pada suarantb.com ia diajak ke RS tanpa keluhan kesehatan apa pun.

“Saya tidak sakit, kalau mau dioperasi saya tidak dikasih penjelasan dan tidak ada persetujuan saya,” katanya.

Kemudian diduga ada proses operasi dilakukan di rumah sakit. Namun Rabitah tidak diberikan waktu untuk istirahat melainkan langsung dipulangkan kembali ke agensi. Inilah alasan Saleh meragukan niat baik sang majikan. “Sepulang dari RS dia tidak dibawa ke rumah majikan, langsung dibawa ke agensi, koper sudah disiapkan. Saya ndak yakin operasi ginjal itu karena niat baik. Kedekatan emosional seperti itu tidak terbangun hanya dalam waktu tujuh hari,” ucap Saleh. “Hak korban untuk mengetahui dia sakit apa juga tidak diberikan. Dia baru tahu kalau ginjalnya bermasalah setelah hampir tiga tahun,” lanjutnya.

  1. Ginjal Rabitah

Kejanggalan lain masih menjadi perbincangan terkait ginjal Rabitah. Sebelumnya, Rabitah menjelaskan ginjal kanannya telah digantikan oleh selang silikon. Pernyataan itu disampaikan berdasarkqn penjelasan yang diterimanya dari dokter RSUD NTB.

Pihak RSUD NTB sendiri pada Selasa, 28 Februari 2017 menyatakan tak pernah mengeluarkan pernyataan ginjal Rabitah hilang. Menurut Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUD NTB, dr. Agus Rusdhy HH, dua ginjal Rabitah masih utuh. Hanya saja memang ada selang yang harus diangkat dari ginjal tersebut.

Setelah operasi Kamis kemarin, 2 Maret 2017 pihak kuasa hukum juga belum bisa memberikan kepastian terkait kondisi ginjal Rabitah. Mereka masih menunggu penjelasan resmi dari pihak dokter rumah sakit tempat Rabitah dioperasi. Selanjutnya mengagendakan pertemuan dengan pihak dokter. (ros)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here