Kejam, Seorang Gadis Bisu Diduga Diperkosa Hingga Hamil

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Seorang gadis berusia 14 tahun, Bunga (nama samaran), warga Kecamatan Orong Telu, Sumbawa diduga diperkosa oleh teman kakak kandungnya sendiri. Korban yang diketahui bisu ini diduga diperkosa sejak Maret lalu, hingga hamil dengan usia kandungan sudah lima bulan.

Saat ini korban didampingi pihak Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Sumbawa dan kasus ini sedang ditangani Unit PPA Polres Sumbawa.

Iklan

Pendamping anak LPA Kabupaten Sumbawa, Fatriaturrahma, S.Pd, kepada wartawan, Jumat 30 September 2016 mengakui kasus dugaan pemerkosaan ini diketahui terjadi sejak Maret 2016 lalu.

Korban diduga diperkosa oleh Abd yang juga teman dari kakak kandungnya sendiri. Di mana Abd juga merupakan warga setempat. Namun pihak keluarga baru-baru ini mengetahuinya. Sebab korban sebelumnya tidak menceritakannya ke orang tuanya.

Pihak keluarga mengetahui setelah curiga melihat kondisi fisik korban seperti orang yang sedang hamil. Selain itu, saat korban melihat pelaku, ia merasa ketakutan dan berteriak sembari menunjuknya.

“Awalnya dia cerita ke neneknya dengan bahasa tubuh kalau badannya dia sakit semua. Hanya saja diperkirakan itu karena kelelahan atau sakit biasa. Tapi lama-lama ibunya melihat postur tubuhnya seperti orang hamil. Sehingga ditanya oleh ibunya. Anehnya saat korban melihat pelaku dia ketakutan sambil berteriak menunjuk pelaku. Makanya dia diduga diperkosa oleh pelaku,” ujarnya kepada wartawan saat mendampingi korban melapor di Polres Sumbawa.

Diceritakan, peristiwa itu terjadi ketika Abd mandi di sungai dengan kakak korban. Sementara korban sedang berada di rumah. Usai mandi, Abd bergegas pulang. Namun Abd tidak langsung pulang ke rumah. Melainkan datang ke rumah korban, karena mengetahui di rumah tersebut dalam keadaan sepi.

Tanpa pikir panjang pelaku langsung mendorong korban ke dalam kamar, dengan maksud memperkosanya. Kaki korban sempat dihantam menggunakan kayu sehingga tidak bisa bergerak. Selain itu mulut korban juga dibekap serta lehernya dicekik. Perbuatan tak senonoh pun terjadi.

Nampaknya, pelaku tidak hanya sekali itu saja melakukannya. Tetapi dalam bulan yang sama, pelaku memperkosa korban sebanyak dua kali. Saat rumah dalam keadan sepi. Di mana ayah korban tengah pergi mengajar, dan ibunya sedang pergi ke sawah.

Jika dilihat dari usia kandungan korban yang sudah menginjak lima bulan, diperkirakan korban diperkosa sejak Maret lalu. “Pengakuan dari korban menggunakan bahasa tubuh, dia diperkosa oleh pelaku,” tukasnya.

Rencananya, Rabu depan korban akan dibawa ke LPA Mataram untuk dirujuk ke panti khusus penyandang disabilitas. “Di sanalah nanti kita bisa tahu kejadian yang sebenarnya,” pungkas Atul.

Kepala Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Sumbawa, Aiptu Romi Oktavian mengakui pihaknya telah menerima laporan. Selanjutnya penanganan diserahkan kepada penyidik Unit PPA Reskrim Polres Sumbawa. (ind)