Kejaksaan Kawal Proyek Rp3,2 Triliun KEK Mendalika

Kajati NTB Nanang Sigit Yulianto (paling kiri) mendapat penjelasan perkembangan pembangunan sirkuit Moto GP Mandalika. (Suara NTB/penkum kejati)

Mataram (Suara NTB) – Proyek infrastruktur di dalam  Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika akan menghabiskan anggaran Rp3,2 triliun. Mega proyek ini dikawal dan dalam pendampingan Kejati NTB agar tepat sasaran dan tepat waktu sesuai dengan MoU yang ditandatangani sebelumnya.

Menindaklanjuti kesepakatan sekaligus mengecek perkembangan pembangunan KEK Mandalika, Kajati NTB Nanang Sigit Yulianto, SH,MH bersama jajarannya meninjau Mandalika, Selasa, 11 Februari 2020.  Selain melihat proses pembangunan infrastruktur pendukung wisata di KEK Mandalika, Kajati sempat melihat progres pengerjaan sirkuit MotoGP Mandalika didampingi manajemen PT. Indonesian Tourism Development Corporation (ITDC).

Iklan

Terkait kunjungan itu, juru bicara Kejati NTB Dedi Irawan, SH.,MH menjelaskan, sudah ada kesepakan antara pihaknya dengan ITDC dalam pengawalan proyek dalam kawasan.

‘’ITDC memang sebelumnya sudah ada MOU dengan Kejati NTB dan  permohonan pendampingan  terhadap pembangunan KEK dengan nilai Rp 3,2 triliun,’’ kata Dedi Irawan.

 Dalam kunjungan itu, Kajati mendapat  penjelasan soal persiapan pembangunan Sirkuit Moto GP dari manajemen ITDC.  ‘’Harapan beliau, semoga tidak ada kendala maupun permasalahan dalam pelaksanaan pekerjaan dan dapat selesai sesuai jadwal waktu sebagaimana kontrak,’’ katanya.

 Sementara dalam penjelasannya kepada Kajati NTB,  Managing Director ITDC I Wayan Karioka menjelaskan, pembangunan infrastruktur  The Mandalika direncanakan meliputi infrastruktur dasar.

Antara lain, fasilitas pengolahan air bersih dan air limbah, termasuk sea water reverse osmosis, sel surya, fasilitas pendukung aksesibilitas, pelabuhan dan marina. Kemudian sekolah pariwisata, tempat ibadah, kantor, jalan dan jembatan, irigasi. Juga listrik, gas, serta fasilitas komunikasi dan informasi.

‘’Proyek Mandalika juga ditargetkan ketersediaan fasilitas 10.533 kamar hotel.  Saat ini fokus pengembangan utama adalah hotel bintang empat dan bintang lima,’’ ujar Oka, sapaannya.

Seperti Hotel Pullman, Novotel, Royal Tulip, Hotel Club Med, Westin, dan Paramount. Deretan hotel yang akan investasi itu sesuai data BKPM.

Tak ingin disebut bekerja setengah hati, pihaknya akan menggenjot popularitas dan branding KEK Mandalika. Pemerintah melalui BUMN PT. Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero), mengajukan diri sebagai fasilitator MotoGP di 2021. Bahkan perkembangannya, berhasil menggandeng BUMN asal Prancis, Vinci Construction, yang akan menggelontorkan dana sebesar 1 miliar dolar Amerika atau sekitar Rp14 triliun.

‘’Dana itu bukan hanya untuk membangun sirkuit MotoGP. Vinci Construction juga akan membangun pusat konvensi, hotel, rumah sakit khusus untuk luka bakar, dan respons darurat. Sementara pihak Indonesia hanya membangun fasilitas dasar saja,’’ ujarnya.

Desain sirkuit Mandalika mengambil konsep sirkuit jalan raya (street circuit). Memiliki panjang lintasan 4,32 Km dan 18 tikungan. Sirkuit ini ketika tidak digunakan untuk ajang balapan segera bisa diubah dan digunakan sebagai fasilitas umum. Pemerintah menargetkan kompetisi bergengsi di tingkat global ini bisa mendatangkan 100 ribu wisatawan mancanegara. (ars)