Kejaksaan Bidik Proyek Puskesmas Asakota Bima

Mataram (Suara NTB) – Setelah Puskesmas RasanaE Timur jadi sasaran penyidikan pihak Kepolisian. Kini, giliran Puskesmas Asakota, Kota Bima dibidik penyelidik Pidsus Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB. Sejumlah saksi diperiksa, diantaranya mantan Kadikes Kota Bima, dr. Herta Bhumi Riyanto dan Kadikes Kota Bioma, Drs. Azhari.

Informasi dihimpun Suara NTB, penyelidikan proyek gedung Puskesmas RasanaE Timur itu untuk anggaran lawas, tahun 2007 lalu. Bahkan tim penyidik Pidsus pertengahan tahun 2017 lalu sempat turun ke lapangan untuk cek fisik dipimpin jaksa senior Usman, SH,MH.  Dugaan yang diusut, terkait nomenklatur anggaran tidak sesuai peruntukan pembangunan gedung yang dirancang saat Walikota dijabat almarhum Drs. HM Nur A Latif.

Iklan

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima, Drs. Azhari membenarkan dirinya diperiksa penyidik Kejati NTB beberapa waktu lalu.  Ia mengaku  ditanya seputar proses pelelangan hingga pencairan anggaran untuk pembangunan gedung Puskesmas Asakota bernilai miliaran rupiah.

Azhari mengakui dirinya diperiksa terkait pembangunan gedung Puskesmas di Jalan Datuk Dibanta, Jatiwangi, Asakota, Kota Bima itu.  ‘’Saya memang dipanggil dan diperiksa soal Puskesmas Asakota,’’ kata Azhari, Rabu, 7 Februari 2018 kemarin.

Hanya saja, ia mengaku tidak tahu persis soal pembangunan gedung  tersebut, sebab ketika itu ia belum menjabat Kadikes. ‘’Saya tidak tahu bagaimana proses lelangnya dan proses pengerjaannya, saya belum jadi Kadis,’’ katanya.

Ada sekitar 15 pertanyaan yang dilayangkan jaksa terkait proyek Puskesmas tersebut. Namun ia lebih banyak menjawab tidak tahu, karena memang kapasitasnya tidak mengetahui sejak awal. Bahkan soal nilai proyek pun ia tidak mendapat informasi sesuai permintaan penyidik.

‘’Saya lebih banyak ditanya tugas-tugas kepala dinas dan kewenangan lainnya. Pertanyaan seperti itu ya saya jawab semua. Tapi khusus pertanyaan yang berhubungan dengan gedung puskesmas, saya tidak tahu,’’ tandasnya.

Tidak saja terkait lelang,  dia mengaku tidak tahu menahu soal anggaran dan proses pembangunan Puskesmas Asakota karena pada 2007 silam, dia baru saja pindah dari Pemkab Bima ke Pemkot Bima. ‘’Saya menjadi Kadikes mulai  2015 lalu,’’ pungkasnya.

Puskesmas Asakota Bima, saat ini mendapat predikat sebagai Rumah Sakit tipe D. Ini setelah dilakukan penambahan ruang dan fasilitas tahun 2016 dengan anggaran Rp 20 miliar.  Anggaran ini di luar alokasi pada pembangunan awal tahun 2007 lalu saat Kadiskes dijabat dr.Herta Bhumi Riyanto. (ars)