Kejagung Sita Tanah di Sumbawa Aset Tersangka Megakorupsi PT Asabri Teddy Tjokrosaputro

Tim Kejagung RI memasang plang tanda penyitaan aset tanah milik tersangka kasus korupsi PT Asabri Teddy Tjokrosaputro di Desa Sepayung, Plampang, Sumbawa, Jumat, 1 Oktober 2021.(Suara NTB/Kejati NTB)

Mataram (Suara NTB) – Kejaksaan Agung RI juga menyita aset tersangka kasus megakorupsi pengelolaan dana dan investasi PT Asabri Teddy Tjokrosaputro di Kelurahan Brang Biji, Sumbawa. Aset tanah kosong bersertifikat hak milik seluas 1 hektare ini disita dalam rangka pemulihan kerugian negara kasus korupsi terbesar sepanjang sejarah Indonesia.

“Aset ini diduga terkait korupsi dan tindak pidana pencucian uang dana investasi PT Asabri dengan tersangka TT (Teddy Tjokrosaputro),” ucap Juru Bicara Kejati NTB Dedi Irawan dalam keterangan tertulisnya.

Iklan

Penyitaan ini berdasarkan penetapan Pengadilan Negeri Sumbawa tertanggal 22 September 2021. Status aset ini milik Teddy Tjokrosaputro dengan SHM No02693 Surat Ukur No. 00149/2013 luas 9.978 meter persegi atau 0,9978 hektate. Penyitaan ini dalam rangka pemulihan kerugian negara Rp22,78 triliun.

“Kejagung meminta bantuan pengawasan dan keamanan supaya aset yang disita dan sudah dipasang plang penyitaan ini tidak berpindah tangan,” jelas Dedi.

Teddy merupakan adik kandung Benny. Dalam kasus Asabri, Teddy merupakan salah satu dari sembilan tersangka. Teddy diduga korupsi selaku Presiden Direktur PT Rimo Internasional Lestari.

Benny juga terlibat dalam kasus Asabri. Benny saat ini juga sedang diadili di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dalam kasus PT Asabri. Kasus megakorupsi penyimpangan pengelolaan dana investasi ini merugikan keuangan negara sebesar Rp22,78 triliun.

Benny sudah menjadi terpidana dalam kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya yang merugikan negara Rp16,8 triliun. Direktur PT Hanson Internasional ini dihukum penjara seumur hidup dan dihukum untuk membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp6,078 triliun.

Benny juga mempunyai aset di Sumbawa. Berupa 151 bidang tanah seluas 297,3 hektare di Desa Sepayung, Plampang, Sumbawa. Aset tanah senilai Rp30 miliar ini sudah disita pada Mei lalu. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional