Kehadiran Fahri Hamzah di Panggung Pilkada Sumbawa Bukan Ancaman

Sembirang Ahmadi. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Keterlibatan langsung politisi beken Fahri Hamzah di panggung kontestasi politik Pilkada Kabupaten Sumbawa dengan mendukung pasangan bakal calon Nurdin Ranggabrani-Burhanuddin Jafar Salam (Nur-Salam), tidak membuat PKS yang mendukung pasangan Mahmud Abdullah-Dewi Noviany (Mo-Novi) gentar.

Ketua tim koalisi partai pendukung pasangan Mo-Novi, Sembirang Ahmadi kepada Suara NTB baru-baru ini mengatakan keterlibatan langsung Fahri di Pilkada tidak dipandang sebagai suatu ancaman. Ia menganggap kehadiran Fahri sebagai seorang politisi untuk ikut terlibat, merupakan suatu yang wajar-wajar saja.

Iklan

“Bahwa Fahri ikut terlibat mendukung di Sumbawa, ya kan Fahri adalah politisi, wajar-wajar saja kalau dia ikut membackup salah satu pasangan calon, ya kita hormati dan kita hargai,” ujar Sembirang.

“Bagi saya tidak ada yang aneh kalau beliau ikut turun di sana. Saya hanya fokus menjalankan tugas saya saja, mau siapapun lawan Mo-Novi tugas saya memenangkannya,” sambungnya.

Lanjut disampaikan Wakil Ketua Tim Pemenangan Pemilu Wilayah (TPPW) PKS NTB itu. Keterlibatan langsung Fahri bersama Partai Gelora yang baru dia bentuk di Pilkada Sumbawa bisa jadi ajang untuk menguji dan membuktikan kekuatan pengaruhnya politiknya setelah tidak bersama PKS.

“Bagi saya inikan ruang buat beliau untuk membuktikan dirinya, apakah beliau masih punya pengaruh atau tidak, masih punya taring atau tidak. Karena kan nanti ada hubungannya dengan kontestasi berikutnya, Pileg 2024,” ucapnya.

Karena itu, pihaknya justru menyambut baik kehadiran langsung Fahri Hamzah di Pilkada Sumbawa. Karena dengan kehadiran dia, maka dinamika politik Pilkada Sumbawa bagi Sembirang kian menarik, sebab semakin banyak elit yang terlibat langsung, maka pertarungan perebutan suara rakyat akan semakin kompetitif.

“Pilkada ini adalah panggung bagi politisi. Jadi kalau dia terlibat, bagaimanapun caranya, karena memang Pilkada ini merupakan panggung tempat para politisi mengadu jurus, tempat mengadu kemampuan taktik dan strategi,” ujarnya. “Jadi tidak ada yang aneh menurut saya, biasa saja. Kalaupun beliau turun di sana, karena memang beliau seharusnya hadir di dalam setiap momentum politik sebagai politisi, kalau dia diam justru aneh kan. Karena itu buat saya ya senang-senang saja gitu, kita buat ini happy lah,” pungkasnya. (ndi)