Kegiatan yang Bersifat Penguatan Etika Siswa Harus Diperkuat

H. L. Fatwir Uzali (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) –  Dinas Pendidikan Kota Mataram memperbanyak berbagai kegiatan yang memberikan penguatan etika kepada siswa, terutama siswa kelas awal. Berbagai kegiatan di sekolah itu dikemas dalam bentuk ekstrakurikuler atau kegiatan di luar pembelajaran di kelas.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Drs. H. Lalu Fatwir Uzali, M.Pd., mengatakan, pihaknya mengadakan kegiatan yang bersifat ekskul, salah satunya Sabtu Budaya untuk membentuk semangat dan spiritual siswa untuk bersekolah. Selain itu untuk meluruskan tentang etika kepada siswa, terutama siswa kelas awal.

Iklan

“Harus ditanamkan lagi etika yang normatif, artinya bila bertemu guru dan orang tua, memberi salam, mereka mengeluarkan kalimat yang menyejukkan antar teman,” ujarnya.

Berbagai ekstrakurikuler juga sudah dipersilakan untuk dilaksanakan oleh sekolah. Namun Fatwir menekankan, protokol kesehatan harus tetap dikedepankan seperti menggunakan masker, cuci tangan memakai sabun, dan protokol kesehatan lainnya.

Fatwir menekankan, pembelajaran tatap muka secara penuh dibutuhkan oleh siswa, karena menyangkut kualitas akademik dan kualitas mental ssiwa. Pihaknya akan mengadakan simulasi pembelajaran tatap muka secara penuh dalam waktu dekat.

“Tetap acuan kita prokes itu tetap, sekarang sudah mulai terbiasa, sudah tebriasa pakai masker dan hand sanitizer dan alinnya, sudah menjadi kebiasaan,” ujarnya.

Pihaknya juga optimis pembelajaran tatap muka secara penuh bisa dilaksanakan karena dari data, penyebaran Covid-19 mulai melandai. Di samping itu, pihaknya di Dinas Pendidikan mengkhawatirkan mutu daya serap dari setiap mata pelajaran akan berkurang jika tidak segera pembelajaran tatap muka secara penuh. “Selain itu tentang perilaku anak, kita akan mengarahkan anak sehingga anak bisa kembali ke posisi emosi yang bagus melalui PTM penuh,” harapnya.

Pihaknya berharap, pihaknya bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat. “Kepada guru kepala sekolah masyarakat, juga siswa mari bergerak bersama sehingga Kota Magtaram betul-betul menjadi kebanggaan kita bersama,” harapnya.

Dihubungi terpisah, Kepala SMPN 3 Mataram, Suherman pada Selasa (30/11) mengatakan, untuk persiapan PTM penuh, pihaknya menyiapkan sarana dan prasarana protokol kesehatan. Selain itu, juga merancang jadwal pelajaran, menyosialisasikan ke siswa. “Serta kesiapan guru dan tenaga kependidikan, salah satunya mereka sudah divaksin,” ujarnya.

Sementara untuk saat ini, pembelajaran di SMPN 3 Mataram menggunakan kurikulum darurat Covid-19. Pembelajaran tatap muka dilaksanakan terbatasdengan pengaturan sif untuk setiap jenjang kelas. (ron)

Advertisement