Kedua di Indonesia, Sertifikat Porang KLU 1 Sudah Terbit

Porang KLU ditanam integrasi dengan jagung di Desa Akar-Akar. Budidaya ini didampingi Guru Besar UnramSuwardjidengan dukungan dana CSR PT. Astra. (Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB) – Kabupaten Lombok Utara (KLU) memiliki potensi pasar besar untuk menjadi sumber produksi porang, baik hasil panen maupun produsen bibit. Hal ini seiring Varietas Porang KLU 1 memperoleh sertifikat dari Menteri Pertanian c.q Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian, Sekretariat Jenderal Pertanian.

Sertifikat Porang KLU 1 bernomor: 1668/PVL/2020, yang didaftarkan tanggal 9 April 2021. Sertifikat mendapat persetujuan dengan barkode elektronik Kepala Pusat PVTP, Prof (Riset), Dr. Ir. Erizal Jamal, M.Si, tanggal 4 Mei 2021. Pemberitahuan Sertifikat Porang KLU 1 dari surat Pusat PVTP ditujukan langsung ke Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH.

Iklan

Pada Sertifikat Porang KLU 1, diketahui pengusul (pendeskripsi) adalah akademisi dan Pemda. Antara lain,  Dr. Ir. Awaludin Hipi, M.Si, Eka Widiastuti, SP., Adnan, SP., Mujiono (BPTP NTB), Prof. Ir Suwardji, M.App.Sc., Ph.D., Fakhrudin, SP., M.Si (Universitas Mataram), Lalu Muhamad, SP (Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lombok Utara).

“Tinggal satu langkah lagi, Lombos KLU Go Nasional. Usulan Lombos KLU 1, di lepas sebagai Varietas Unggul Nasional, ini adalah prestasi sebagai penyedia bibit nasional yang tersertifikasi,” ucap pendamping sekaligus Pakar Pertanian, Prof. Suwardji, kepada Suara NTB via WhatsApp, Rabu, 18 Agustus 2021.

Mantan PR IV Unram ini memberi feedback apresiasi atas dukungan Pemda Lombok Utara dalam proses sertifikasi. Tak lupa, Suwardi menyebut Wakil Bupati, Danny Karter Febrianto Ridawan, ST. M.Eng., yang berkomitmen sangat baik untuk pelepasan Varietas Porang Unggul Nasional Lombok KLU 1.

Wabup diakui ikut mendampingi saat presentasi dan diskusi Varietas Porang Unggul Nasional KLU 1. Bahkan biaya Rp 100 juta dari Pemda KLU untuk seluruh proses, sangat berperan menentukan hasil yang diraih saat ini.

“Secara serius Lombok Utara akan didampingi Kementerian, dan menjadi sentra produksi benih di Indonesia dengan ikutan nilai ekonomi yang tinggi,” sambung Suwardji.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi II DPRD KLU, Hakamah, A.Md., S.Kh., mengapresiasi keterlibatan para pihak hingga keluarnya Sertifikat Porang KLU 1. Ia sekaligus mengajak, agar sertifikat yang berharga itu ditindaklanjuti lebih serius melalui dukungan anggaran.

“Tidak cukup hanya berbicara konsep. Saatnya kita dukung dengan anggaran agar lebih banyak masyarakat yang terlibat di sektor pertanian khususnya porang,” ucap Hakamah.

Ia meyakini, porang akan menguntungkan petani dalam jangka panjang. Selain penyedia bibit yang diserap seluruh Indonesia, industrialisasi di tingkat lokal juga perlu digalakkan untuk memenuhi demand ekspor mancanegara.

“Sertifikat porang KLU 1 seolah menjadi jaminan bahwa sudah saatnya nilai ekonomi tinggi sektor inklusif mendapat atensi, termasuk dari kami di Badan Anggaran.Harus kita dukung, wajib,” tandasnya. (ari)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional