Kedisiplinan, Tantangan Terberat Penanganan Covid-19

Fud Syaifuddin.(Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Wakil Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Fud Syaifuddin menyatakan, tantangan terberat yang dihadapi pemerintah dalam upaya penanganan dan pencegahan Coronavirus Disease (Covod-19) selama ini yaitu kedisiplinan.

Persoalan kedisiplinan ini menurut Wabup, sejauh ini belum benar-benar bisa efektif diterapkan masyarakat. Terutama soal kepatuhan pelaksanaan protokol pencegahan virus asal kota Wuhan, Tiongkok itu. “Ini yang menjadi PR besar kita. Disiplin menjalankan upaya pencegahannya,” katanya.

Iklan

Dikatakannya, pada dasarnya cara mencegah meluasnya infeksi virus tersebut cukup mudah. Hanya saja polanya yang dianggap belum biasa dilaksanakan membuat masyarakat merasa kerepotan. Dan pada akhirnya protokol pencegahan itu diabaikan oleh masyarakat. “Karena ini hal baru jadi cenderung lalai masyarakat,” timpalnya.

Karena itu tutur Wabup, dalam banyak kesempatan pihaknya tidak bosan mengingatkan masyarakat. Apalagi lanjut dia, menjelang penerapan kenormalan baru (new normal) di mana protokol pencegahan Covid-19 menjadi syarat. Maka masyarakat harus benar-benar mematuhi seluruh protokol kesehatan untuk pencegahan virus tersebut. “Saya sudah minta dinas kesehatan khususnya mulai getol sosialisasi soal new normal karena cepat atau lambat kita akan sampai ke tahap itu,” tegasnya.

Terakhir Wabup kemabali berpesan, kepada seluruh masyarakat KSB agar menumbuhkan kedisiplinannya dalam menerapkab pola hidup bersih khususnya untuk pencegahan virus corona. Sebab jika tidak, maka akan sulit kemudian kehidupan masyarakat kembali seperti sedia kala. “Selama obat penawarnya belum ditemukan, maka selama itu kita akan dihantui virus (corona) itu. Nah yang bisa kita lakukan kemudian hanya perlu disiplin saja menjalankan protokol pencegahannya,” imbuhnya.(bug)

  Menteri Ketenagakerjaan Dianugerahi Gelar Bija Kalanis Samawa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here