Kedepankan Layanan Digitalisasi

H. Yusron Hadi (Suara NTB/nas)

DINAS Pariwisata (Dispar) NTB mendorong pelaku pariwisata mengedepankan digitalisasi layanan. Hal tersebut dibutuhkan untuk menyiasati pembatasan akibat pandemi Covid-19. Kepala Dispar NTB, H. Yusron Hadi mengakui belum banyak pelaku usaha yang melakukan digitalisasi tersebut.

“Sangat penting digitalisasi ini untuk meningkatkan kapasitas pemasaran dan branding kita,” ujar Yusron dikonfirmasi, Kamis, 19 Agustus 2021. Menurutnya, pengelola desa wisata saat ini menjadi fokus utama untuk menerapkan digitalisasi layanan.

Iklan

Sebagai langkah awal pihaknya telah melatih pelaku usaha pariwisata untuk digitalisasi branding, pemesanan dan penjualan. “Ada 40 orang pelaku usaha jasa pariwisata di Lombok dan Sumbawa yang sudah kita latih untuk digitalisasi ini,’’ sebut Yusron.

Dengan pelatihan tersebut diharapkan pelaku usaha pariwisata memiliki wawasan yang cukup terkait digitalisasi. Kedepan kualitas layanan destinasi wisata dan strategi pemasaran produk ekonomi diharapkan dapat meningkat sesuai kebutuhan pasar pascapandemi.

Diterangkan, pelaku usaha penginapan maupun ekonomi kreatif saat ini sangat membutuhkan pengemasan produk dan pemasaran secara digital. Pasalnya, jangkauan pemasaran di tengah pandemi Covid-19 yang telah berlangsung hampir satu setengah tahun sangat terbatas.

NTB sendiri disebutnya memiliki peluang besar. Salah satunya terpilihnya NTB menjadi tuan rumah sport tourism kelas dunia. “Peluang ini harus dimanfaatkan dengan maksimal bagi pelaku usaha baik di Lombok dan Sumbawa. Tentu dibarengi dengan kemampuan yang cukup dan baik untuk digitalisasi,” ujarnya.

Menurutnya ada tiga strategi promosi pariwisata yang harus dilakukan para pelaku wisata. Antara lain melakukan branding terhadap produk yang akan dijual, menayangkan iklan di media elektronik, website, dan sosial media. Kemudian menjual produk tidak hanya di dalam negeri tetapi juga hingga mancanegara.

Dengan mengedepankan digitalisasi untuk ketiga strategi promosi tersebut maka banyak manfaat yang bisa diambil pelaku usaha. Dicontohkan seperti pelayanan penginapan di desa wisata yang dapat menyentuh banyak pasar wisatawan, memudahkan pengelolaan keuangan dengan sistem digitall serta memudahkan transaksi tiket di lokasi dan unit pariwisata.

“Pengelola usaha dan pelaku ekonomi kreatif kita dorong juga membuat strategi pemasaran melalui foto maupun video pendek. Itu yang penting di era digita ini,” ungkapnya. Peningkatan kemampuan pelaku usaha untuk digitalisasi disebut Yusron tengah menjadi fokus pihaknya di tengah pandemi saat ini.

Secara bertahap pelatihan yang diberikan juga ditargetkan menyentuh lebih banyak lagi pelaku usaha. Dengan begitu peningkatan kapasitas untuk penyusunan strategi promosi berbasis digital dapat lebih menyeluruh. “Akan berlanjut programnya. Kita sesuaikan dengan kemampuan pendanaan yang dimiliki dinas,” tandas Yusron. (bay)

Advertisement