Kedatangan Reza Artamevia Berkah Bagi Ketua Parfi

Mataram (suarantb.com) – Idul Adha 1437 H menjadi momen haru melepas rindu bagi Anggota Padepokan Brajamusti ini. Pasalnya, Reza Artamevia membesuk Ketua Parfi berinisial GB yang dikerangkeng di ruang tahanan Mapolda NTB, Selasa 13 September 2016.

Kali ini kedatangan Reza tidak untuk bernostalgia. Pasalnya, penyanyi yang tidak memiliki ponsel saat diperiksa BNNP NTB ini, hanya bertujuan untuk bersilaturahmi bersama GB dan sang istri berinisial DA.

Iklan

Momen kedatangan Reza menjadi berkah bagi GB. Ia dapat bersama sang istri DA dalam suatu ruangan. Sebelumnya, meskipun keduannya sama-sama berada dalam tahanan Mapolda NTB, namun ruang tahanan mereka terpisahkan.

GB dan DA tidak dapat begitu saja bermesraan. Saat dibesuk dalam ruangan yang sama, juga hadir adik kandung Reza, yakni Aksa Gempita, kuasa hukum Reza, dan tentunya Reza sendiri. Itupun ditambah dengan pengawasan oleh polisi.

Terlihat, GB seringkali melepas tawa saat berbicara dengan Reza dan sang istri. Sesekali menghisap sebatang rokok, menambah seru pertemuan perdana pasca penetapan tersangka terhadap GB dan DA beberapa pekan lalu.
Sebelumnya, saat memasuki ruang besuk, wartawan sempat melontarkan pernyataan terhadap GB, terkait kasus dugaan pemerkosaan yang dilaporkan oleh perempuan berinisial CT (26) di Polda Metro Jaya. Namun GB bergeming. Seakan tidak ingin pertemuan perdana mereka dikacaukan dengan isu-isu miring yang santer diberitakan terkait dirinya.

GB dan sang istri menambah daftar baru kasus narkoba di NTB ini, pasalnya, semester pertama di tahun 2016 ini, Polda NTB beserta jajaran Polres dan Polsek se NTB berhasil mengungkap 286 kasus narkoba, dengan menjaring 341 pelaku. Hal tersebut berdasarkan data yang dihimpun melalui Kasubag Min Bin Opsnal Ditres Narkoba Polda NTB, I Ketut Sukarja beberapa bulan lalu.

Kebahagiaan menjadi Ketua Umum Parfi kedua kalinya hanya bisa dirasakan beberapa jam saja. Bahkan GB belum tentu bahagia menonton film yang dibintanginya sendiri berjudul “Detachement Police Operation” (DPO). Di mana dalam film tersebut GB dengan aksi heroiknya berperan sebagai polisi yang memberantas peredaran narkoba. Film ini telah masuk dalam daftar coming soon di bioskop Tanah Air.

Diketahui, pria kelahiran Sukabumi Jawa Barat ini ditangkap satu jam sebelum hari ulang tahunnya. Pria dengan tanggal lahir 29 Agustus 1962 ditangkap pukul 23.00 Wita, Minggu 28 Agustus 2016 di kamar nomor 1100 Hotel Golden Tulip Mataram, tepatnya di lantai 11 hotel.

Hingga saat ini GB masih dalam tahanan Mapolda NTB guna proses hukum hingga pelimpahan kasusnya pada Kejaksaan nanti. Tentunya ini menjadi suatu pelajaran yang sangat berarti bagi GB dan sang istri untuk kedepannya. Masyarakat tentunya merindukan GB sebagai sosok publik figur yang bebas dari pengaruh narkoba, layaknya pada film yang dibintanginya. (szr)