Kedatangan PMI Dikhawatirkan Bawa Varian Baru Covid-19

I Nyoman Suwandiasa. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram mengantisipasi munculnya varian baru virus corona. Salah satunya adalah dengan memperketat pemeriksaan kesehatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dating dari luar negeri. Para PMI diwajibkan menjalani isolasi selama lima hari sebelum kembali ke kampung halaman.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Mahfuddin Noor menjelaskan, informasi yang berkembang bahwa varian baru virus corona terdeteksi setelah dua PMI di Karawang Jawa Barat terkonfirmasi positif corona B117. Hal ini menjadi atensi tim gugus tugas dengan memperketat pengawasan terhadap kedatangan PMI di Kota Mataram. Salah satunya adalah, menjemput para pekerja migran di bandara dan langsung di karantina di Wisma Nusantara. “Khusus PMI asal Kota Mataram langsung kita karantina di Wisma Nusantara,” kata Mahfuddin dikonfirmasi, Jumat, 5 Maret 2021.

Iklan

Sehari menjalani karantina, pekerja migran langsung diswab antigen. Jika hasilnya negatif, maka berlanjut karantina selama lima hari. Tenaga kesehatan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan PMI. Sebelum dipulangkan ke rumah masing – masing kembali dilakukan tes swab antigen. Sebaliknya, jika hasilnya positif maka akan menjalani karantina di rumah sakit. “Kalau hasilnya negatif langsung diantar pulang ke rumahnya,” ujarnya.

Varian baru virus corona B117 lanjutnya, baru terdeteksi di PMI Karawang, Jawa Barat. Masyarakat perlu mengantisipasi dan mewaspadai karena penyebaran melalui pekerja migran, sehingga prosedur penanganan harus sesuai protokol kesehatan. Mahfuddin menyebutkan, dari 25 orang PMI yang pulang dari negara penempatan hasilnya negatif. “Alhamdulillah, hasilnya semua negatif. Sekarang masih tersisa dua orang yang masih di karantina di Wisma Nusantara,” sebutnya.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram, Drs. I Nyoman Suwandiasa menambahkan, varian baru virus corona patut diwaspadai karena penularannya hampir sama. Oleh karena itu, pemulangan atau kedatangan pekerja migran dari luar negeri diatensi oleh pemerintah. Salah satunya adalah dengan menjemput di bandara, menjalani karantina serta pemeriksaan kesehatan. “Iya, memang perlu kita waspadai juga. PMI yang kembali ke tanah air memiliki tata kelola pengawasan,” tambahnya.

Pengawasan ketat tidak saja berlaku bagi PMI, tetapi wisatawan mancanegara maupun warga Indonesia yang bermukim di luar negeri. Mereka demikian kata Nyoman, juga harus menjalani karantina selama lima hari. Jika dinyatakan negatif baru diperbolehkan kembali ke keluarga. (cem)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional