Kecewa Hasil Pengerjaan Proyek, Bupati Lobar Panggil Semua Kontraktor dan OPD

Proyek jalan Pelangan-Batu Putih yang tengah dibangun. Namun, Pemkab Lobar kecewa dengan pengerjaan proyek ini

Giri Menang (Suara NTB) – Pemkab Lombok Barat (Lobar) kecewa dengan realisasi proyek fisik. Pasalnya, beberapa proyek dinilai lamban, sehingga tak mencapai target. Selain itu,  hasil pengerjaan proyek juga mengecewakan. Atas temuan hasil monitoring dan evaluasi ini, Jumat, 25 September 2020 Pemda dipimpin langsung oleh bupati memanggil semua kontraktor.

Hasil monitoring dan evaluasi (monev) hari terakhir pembangunan fisik, Bupati Lobar H. Fauzan Khalid didampingi Wakil Bupati Hj. Sumiatun mengecek proyek pemeliharaan jalan kabupaten yaitu jalan antara Pelangan – Desa Pelangan dan Labuan Poh – Desa Batu Putih, Kecamatan Sekotong.

Iklan

Berjarak sekitar 54 kilometer dari Ibukota Giri Menang, Gerung, belasan mobil rombongan bupati turun meluncur ke lokasi tersebut. “Sayangnya, Pemerintah Kabupaten Lobar sedikit kecewa dengan progres pemeliharaan jalan yaitu rabat bahu jalan yang dikerjakan yang dinilai belum optimal,” demikian kekecewaan itu disampaikan Asisten III Setda Lobar, Mahyudin.

Dikatakan Mahyudin, pemeliharaan jalan sepanjang 9,3 km khususnya pengerjaan bahu jalan sangat lambat. “Saya sampai nanya, serius ndak kerja ini,” ujar Mahyudin kepada media ini.

Menurutnya, pengerjaan bahu jalan harus dipercepat karena tingkat kesulitannya ada di situ. “Volume pekerjaan ini, bahu jalan 30 persen, padahal saya tahu tingkat kesulitannya satu banding sepuluh antara pekerjaan inti (core) dan bahu jalan. Jadi, mestinya ini diutamakan,” jelas Mahyudin.

Kalau pengaspalan, terangnya, untuk ukuran jalan 10 km, dalam 9 hari pun selesai. Selain itu, Mahyudin juga mengkritik pondasi untuk bahu jalan. Harusnya, katanya, pondasinya yang lebih kuat dan lebih bisa menahan beban. “Jangan dipukul rata seperti itu,” ujar Mahyudin. Mengenai selesai, akan selesai, katanya, tapi progresnya juga harus diawasi. “Kita tidak mau ada keterlambatan,” tegas Mahyudin.

Kritikan juga datang dari Inspektur Inspektorat Lobar, H. Ilham. Menurutnya, pengerjaannya tidak fokus, loncat-loncat bukan dengan bertahap misalnya ring ini dulu baru ke berikutnya.  Mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lobar ini juga melihat dari sisi perencanaan pengerjaannya. Dalam kontrak disebutkan pengerjaannya sekitar 4 bulan yaitu mulai 25 Agustus sampai 22 Desember 2020. “Kalau berhitung rasional, dalam satu bulan seharusnya progresnya 25 persen, tapi ini justru sangat minim,” kritik Ilham. “Artinya perencanaannya itu terlalu kecil di depan,” terang Ilham.

Sebagai informasi, pemeliharaan jalan ini nilai kontraknya Rp 8.317.682.000 dengan nilai adendum kontrak Rp 9.149.450.200. Dana tersebut berasal dari dana alokasi khusus (DAK) reguler. Progres fisik sampai dengan Rabu 23 September adalah 6,33 persen dari rencana semula 5,50 persen. Proyek ini dikerjakan oleh PT Sinar Tunas Karya Utama.

Asisten III Setda Lobar Mahyudin berjanji untuk datang mengecek lagi progres pemeliharaan jalan ini tanggal 29 Oktober. “Kita akan turun lagi satu bulan ke depan khusus untuk mengecek ini,” janji Mahyudin.

Sebagai informasi, monev pembangunan di Pemkab Lobar dilakukan selama tiga hari Selasa-Kamis (22-24/9). Pada hari pertama, monev dilakukan terhadap pembangunan gedung Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Kecamatan Gerung, Puskesmas Banyumulek di Kediri, dan RSUD Awet Muda Narmada. Pada hari kedua, monev progres pembangunan gedung SMPN 2 Gunungsari di Penimbung dan Pasar Gunungsari dan penataan prasarana menuju Pantai Senggigi. (her)