Kecelakaan Maut, Satu Personel BPBD Lotim Meninggal di Tempat

Inilah mobil Panther petugas TRC-PB pada BPBD Lotim yang mengalami kecelakaan maut di jalan raya Pringgabaya saat hendak meninjau lokasi banjir di Sambelia, Rabu, 6 Januari 2020 sore kemarin.(Suara NTB/BPBD Lotim)

Selong (Suara NTB) -Kecelakaan maut dialami mobil milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Rabu, 6 Januari 2020 sekitar pukul 15.30 Wita. Mobil warna oranye berisi tujuh orang personel BPBD ini kecelakaan saat melintas di jalan jurusan Pringgabaya-Sambelia tepatnya di Desa Bagik Papan. Dari kecelakaan ini, satu orang personel BPBD Lotim meninggal dunia.

Dari informasi yang diterima Suara NTB, kecelakaan maut ini bermula saat personel BPBD Lotim tengah menjalankan tugasnya. Di mana saat kecelakaan terjadi di Kabupaten Lotim sedang diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi hingga menyebabkan terjadinya tanah longsor dan banjir di berbagai tempat. Petugas BPBD Lotim kemudian bergerak sesuai regu masing-masing.

Salah satunya yaitu regu I TRC BPBD Lotim yang mengalami kecelakaan saat bergerak menuju Sambelia untuk mengatasi luapan air ke rumah warga di Desa Bagik Manis. Namun saat dalam perjalanan di jalan raya Bagik Papan, mobil Panther yang dikendarai M. Zaini, personel dari Bidang II BPBD Lotim tabrakan dengan sebuah truk. Kondisi mobil ringsek dan terpental. M. Zaini selaku sopir meninggal di tempat, sementara enam orang lainnya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis.

Kepada Suara NTB, Kepala Bidang Kedaruratan dan Urusan Logistik pada BPBD Lotim, Iwan Setiawan, membenarkan musibah yang dialami anggotanya tersebut. Dalam kecelakaan itu, petugas yang berada di dalam mobil sebanyak tujuh orang dan satu orang meninggal dunia yaitu M. Zaini selaku sopirnya.

Sebanyak tujuh orang personel BPBD yang mengalami kecelakaan yaitu satu korban meninggal dunia, atas nama M. Zaini, dua korban kritis atas nama Bambang dan Habibi, satu korban luka berat atas nama Gusti (patah tulang), dan tiga korban mengalami luka ringan, yaitu Mahdi Sofian, Husni Mubarok, dan Trisna.

Dalam stori WhatsApp-nya, Iwan Setiawan menuliskan BPBD Lotim berduka atas kepergian salah satu keluarga besar dan anggota terbaiknya di BPBD Lotim. “Innalillillahiwainnailaihirojun. BPBD Lotim berduka,” tulis Iwan.

Selanjutnya, dua orang korban kritis berdasarkan keterangan Plt. Direktur Rumah Sakit dr. R. Soedjono Selong, dr. Tantowi Jauhari, yang ikut melakukan penanganan para korban, menyatakan korban kritis akan segera dirujuk ke RSUP Mataram untuk mendapatkan penanganan intensif lebih lanjut.

Sebelum melakukan perjalanan untuk melihat situasi banjir di Sambelia, petugas Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Lotim ini bergerak dari Desa Kalijaga Tengah Kecamatan Aikmel untuk melakukan pengamanan dan asesmen yang mengalami longsor. Namun nahas, mobil petugas mengalami kecelakaan hingga menyebabkan satu orang petugas meninggal dunia di tempat kejadian. (yon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here