Kecelakaan Lalin di KSB Meningkat

Taliwang (Suara NTB) – Meskipun angka pelanggaran lalu lintas (lalin)di Sumbawa Barat menurun, namun angka kecelakaan lalu lintas (laka lalin) meningkat drastis. Selama enam hari pelaksanaan Operasi Patuh, Polres Sumbawa Barat sudah menangani tiga kasus laka lalin yang berakibat fatal. Sementara di tahun sebelumnya (2016) hanya ada satu kasus laka lalin dan tidak ada korban jiwa.

Kapolres Sumbawa Barat kepada Suara NTB melalui Kasat Lantas Iptu Tira Karista, S.IK, Senin, 15 Mei 2017 mengakui bahwa kasus laka lalin di Sumbawa Barat meningkat. Bahkan dari tiga kasus yang ditangani saat ini, dua diantaranya meninggal dunia (MD) dan satu orang lainnya luka berat. Tentu hal tersebut sangat dirasa berbeda dengan tahun sebelumnya, yang mana tahun 2016 hanya ada satu kasus laka lalin dengan satu orang korban luka ringan.

Iklan

 “Kita sudah lakukan berbagai macam cara untuk terus menekan angka kecelakaan lalu lintas. Tetapi melihat fakta di lapangan saat ini kita harus lebih intensifkan penyadaran berlalu lintas kepada masyarakat,” ungkapnya.  Adanya kasus MD inilah yang akan menjadi atensi pihaknya untuk terus melakukan sosialisasi.

Dia menyebutkan, tiga kasus laka lalin yang terjadi tersebut terjadi karena faktor kelalaian pengendara itu sendiri. Sementara untuk kasus laka lalin yang terjadi di Pom Bensin Brang Rea, itu murni karena kelalain pengendara dan memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi.

“Melihat kondisi kendaraan yang ringsek di bagian depan, kita prediksikan korban ini melaju dengan kecepatan tinggi. Sehingga tidak bisa mengontrol kendaraannya,” ujarnya. Untuk itu, meskipun saat sedang dilakukan operasi patuh, tetapi tetap akan diimbangi dengan upaya sosialisasi dengan melibatkan dikmas lantas Polres setempat. (ils)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here