Kecelakaan Jelang UN, Siswi Ini Hadapi UNBK di Mobil

Mataram (Suara NTB) – Nasib naas menimpa Fatmawati, salah seorang siswi SMKN 2 Mataram ini harus mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di dalam mobil yang disediakan pihak sekolah pada Senin, 3 April 2017. Pihak sekolah terpaksa menjemput Fatma –demikian Fatmawati biasa disapa–mengingat kondisinya yang tidak memungkinkan. Kedatangan Fatma beserta rombongan pihak sekolah juga di dampingi kedua orangtua Fatma yaitu Jumisah dan Muhammad Rais.

Sebelumnya, kaki Fatma patah akibat kecelakaan yang dialaminya 7 Maret lalu. Akibatnya, Fatma tidak bisa mengikuti ujian sebagaimana siswa normal lainnya karena ruang kelas dan laboratorium yang digunakan pihak sekolah berada di lantai II dan III. Kondisi Fatma yang belum bisa berjalan dan duduk normal menjadi alasan.

Iklan

Pihak sekolah pun memberikan alternatif dengan menyediakan mobil sebagai tempat pelaksanaan ujian khusus bagi Fatma. Laptop pun disediakan pihak sekolah. Tentu saja, dengan segala perangkat ujian lainnya seperti terhubung dengan server.

Kepada Suara NTB, Fatma bercerita kecelakaan bermula saat gadis yang berasal dari Sekarbela, Kota Mataram ini berangkat ke Rumah Sakit Umum Daerah Gerung di Lombok Barat. Tujuannya ialah untuk menjenguk salah seorang temannya yang saat itu tengah sakit.

Namun sayang belum sampai ke tempat yang dituju, Fatma justeru mengalami kecelakaan. Motor yang dikendarai Fatma bertabrakan dengan seorang pengendara motor lainnya. Kaki sebelah kiri Fatma patah. Termasuk juga luka di bagian pelipis dan siku tangan sebelah kanan.

Sejak saat itu, siswi jurusan Administrasi Perkantoran itu tidak bisa mengikuti proses belajar mengajar karena harus menjalani proses pengobatan di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB. Selama empat hari menjalani pengobatan, belum juga menunjukkan tanda-tanda membaik. Akhirnya, keluarga Fatma memilih jalur alternatif dengan membawanya ke salah satu tempat pengobatan di Pemenang, Kabupaten Lombok Utara (KLU). ‘’Sampai sekarang masih berobat di sana, ‘’ tuturnya.

Fatma yang didampingi kedua orangtuanya Jumisah dan Muhammad Rais hanya bisa berharap agar dirinya bisa lekas sembuh. Jumisah mengaku, tak banyak yang bisa diharapkan dari Fatma kecuali ingin melihat anaknya segera sembuh agar segera setelah lulus dapat mencari pekerjaan.

“Mudahan bisa lulus, itu sudah doa saya. Minimal bisa bekerja di toko lah,’’ harapnya. Karena jika mengharapkan yang lebih dari itu seperti melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi, kendala biaya menjadi faktor utama. Dirinya yang hanya sebagai ibu rumah tangga tak memiliki penghasilan. Hanya suaminya Muhammad Rais yang bekerja sebagai penjual cilok keliling dengan penghasilan yang tak seberapa.

Di mata Abdullah,S.Pd., Guru Produktif Jurusan Administrasi Perkantoran (AP), Fatma sosok yang rajin, tekun dan sopan santun pada para guru. Begitu pun terhadap teman sekelasnya. Abdullah berharap Fatma bisa menyelesaikan semua soal-soal UNBK sampai dengan hari ketiga pelaksanaan UN.

Sementara Kepala SMKN 2 Mataram H. Hudri Achmad mengaku sesuai Juklak/Juknis UN, setiap peserta UN wajib mengikuti ujian meski dengan alasan apapun. Terlebih kini menggunakan sistem UNBK yang berarti setiap siswa wajib datang. Hal itu berbeda dengan UN yang menggunakan paper di mana ketika ada peserta UN sakit dapat mengikuti ujian di rumah sakit. (dys)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here