Kecelakaan dalam Tugas, Korban Meninggal Personel BPBD Lotim Bertambah Jadi Dua Orang

Suasana rumah duka Lalu Bambang Budianto, menyambut kedatangan jenazah korban, Kamis, 7 Januari 2020.(Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Korban meninggal dunia akibat tabrakan di jalan raya Pringgabaya-Sambelia yang terjadi Rabu 6 Januari 2021 bertambah jadi dua orang. Sebelumnya koban pertama M. Zaini meninggal di tempat kejadian, sementara korban kedua, Lalu Bambang Budianto meninggal dunia saat mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) NTB.

Lalu Bambang dikabarkan meninggal dunia sekitar pukul 08.00 Wita, pada Kamis, 7 Januari 2020 saat persiapan memasuki ruang operasi. Lalu Bambang mengalami patah tulang dan cidera kepala berat. Akan tetapi kondisi korban tiba-tiba memburuk hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 08.00 Wita.

Jenazah Lalu Bambang selanjutnya dibawa pulang dari RSUD NTB dan tiba di kampung halamannya di Dusun Timbe Urip, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) sekitar pukul 10.30 Wita. Kedatangan jenazah pasukan kemanusiaan ini disambut histeris pihak keluarga dan kerabat korban.

Menurut Plt. Direktur RSUD R. Soedjono Selong, dr. Tantowi Jauhari, korban Lalu Bambang mengalami cedera kepala berat dan retak di tengkorak. Kondisi ini menyebabkan gumpalan darah di atas otaknya. Selain itu, pada bagian tangan kanan korban mengalami patah tulang dan sudah dengan kondisi tidak sadarkan diri saat berada di RSUD dr. R. Soedjono Selong, Rabu sore.

“Kondisi pendarahan di bagian otak atau cedera kepala berat. Dalam kondisi ini harus dioperasi,” terangnya.

Bahkan tingkat kesadaran korban saat dilakukan penanganan di RSUD Selong pada posisi delapan dari idealnya tingkat kesadaran 15. Pada tingkat kesadaran delapan itu, mata tidak merespon dan bagian tubuh seperti tangan hanya mampu bergerak minimal atau seadanya.

Untuk pasien kritis lainnya, Habibi saat ini dalam penanganan medis di RSUD NTB. Habibi mengalami patah tulang dan cedera kepala namun masih di atas selaput otak. “Perbedaannya, kalau Bambang di bawah selaput otak sehingga darah menekan atau menggumpal. Kalau Habibi di atas selaput otak dan saat ini dalam penanganan medis RSUD NTB,” terangnya.

Diketahui, kecelakaan lalu lintas dialami mobil milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lotim, Rabu, 6 Januari 2020 sekitar pukul 15.30 Wita. Mobil warna oranye berisi tujuh orang petugas BPBD ini mengaalami kecelakaan saat melintas di jalan jurusan Pringgabaya-Sambelia tepatnya di Dusun Benyer Desa Telaga Waru. Dari kecelakaan ini, dua orang personel BPBD Lotim meninggal dunia atas nama, M. Zaini dan Lalu Bambang Budianto.

Korban lainnya, dalam kondisi kritis atas nama Habibi, 1 korban luka berat yakni Gusti (patah tulang) dan 3 korban mengalami luka ringan, Mahdi Sofian, Husni, Mubarok, dan Trisna. Jenazah M. Zaini dan Lalu Bambang kemudian dimakamkan pukul 16.00 Wita di tempat tinggalnya masing-masing.

Di mata keluarga dan masyarakat tempat tinggalnya, Lalu Bambang dikenal sebagai sosok yang baik hati, ramah, dan pandai bergaul. Ia juga sosok pekerja keras. Kepergiannya meninggalkan satu orang anak perempuan yang berusia 18 bulan. (yon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here