Kecelakaan Bus Pariwisata, Polres Lombok Utara Periksa 12 Orang

Tanjung (Suara NTB) – Peristiwa tergulingnya bus pariwisata di kawasan wisata Malimbu Kabupaten Lombok Utara (KLU) hingga menewaskan dua orang rombongan Samsat asal Cirebon, Jawa Barat terus didalami Polres Lombok Utara. Hingga Senin, 30 Januari 2017, Polres sudah memeriksa 12 orang termasuk sopir bus, I Putu Wira Gandi (24 tahun).

Kapolres Lombok Utara, AKBP Rifai, SH, kepada wartawan, Senin kemarin mengatakan pihaknya telah menghimpun keterangan dari sejumlah saksi perihal tergulingnya Microbus bernomor polisi L 7018 LL tersebut. Diakuinya, dalam pemeriksaan ini Polres harus bergerak cepat. Pasalnya, korban yang merupakan rombongan luar daerah dikhawatirkan akan kembali lebih cepat.

Iklan

“Kami sudah memeriksa 12 orang saksi termasuk sopir, jadi sampai hari ini masih dalam proses. Secara aturan pemanggilan harus 3 hari setelah kejadian, kalau mau nunggu ya akan lama. Ini saja sudah 10 orang (penumpang) yang balik ke Cirebon,” ungkap Rifai.

Kapolres menjelaskan, pemeriksaan oleh Polres dilakukan langsung sesaat setelah peristiwa terjadi pada Sabtu lalu. Tahapan yang telah dilakukan, selain mengumpulkan berbagai keterangan dari para saksi dan korban, pihaknya juga telah mengecek tempat kejadian perkara yakni areal Condotel Amarsvati, Dusun Malimbu, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang.

Namun demikian, sebutnya, pihaknya belum bisa mengambil kesimpulan terkait penyebab kejadian. Apakah peristiwa terjadi akibat kelalaian sopir ataukah kondisi kendaraan yang tidak layak jalan.

Selain memeriksa saksi yang sudah baikan, Polres Lombok Utara juga masih harus menunggu kondisi korban yang masih dirawat di rumah sakit. Mereka dimungkinkan untuk dimintai keterangan.

Perihal pertanggungjawaban peristiwa yang memakan korban ini, Rifai mengatakan bergantung dari hasil penyelidikan. Menurutnya, apabila hasil penyelidikan menunjukkan terdapat indikasi pidana, maka pihak bersangkutan akan diproses secara hukum.

  Seorang Kakek di Loteng Tewas Tenggelam di Dalam Sumur

“Arahnya baru pemeriksaan saja, nanti pasti ada yang mempertanggungjawabkan kenapa bisa jatuh. Kita tidak bisa menduga-duga sekarang karena nanti arahnya ke sana. Pasti ada pertimbangan penetapan tersangka, yang jelas sekarang masih dalam proses,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, peristiwa naas dialami rombongan Samsat asal Cirebon, Jawa Barat, Sabtu, 28 Januari 2017. Niat hendak menghabiskan waktu libur di kawasan pariwisata Kabupaten Lombok Utara (KLU berujung maut, setelah bus pariwisata warna hijau yang ditumpangi gagal menanjak pada Sabtu pagi pukul 10.30 wita.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kendaraaan jenis Microbus warna hijau, merk Mitsubishi dengan Nomor Polisi L 7018 LL, melintasi kawasan pariwisata Senggigi, Lombok Barat. Memasuki kawasan wisata KLU, tepatnya Dusun Malimbu, Desa Malaka, bus yang dikemudikan Sopir, I Putu Wirya Gandi (24 tahun) asal Jeruk Manis, Cakra Barat, Kota Mataram gagal melewati tanjakan Malimbu.

Akibatnya, bus pun mundur dan terperosok ke areal Condotel Amarsvati. Laporan kepolisian mencatat, bus naas itu terjatuh di kedalaman 12 meter.

Bus diketahui mengangkut 22 orang penumpang, termasuk Sopir dan guide. Para penumpang berasal dari Samsat Dispenda Cirebon Jabar. Penumpang terdiri dari 2 orang perempuan dan 19 orang laki-laki. Korban meninggal dunia sebanyak dua orang diketahui bernama, Jajat Jatmika, (48 tahun) dan Wawan Hermawan (56 tahun) – keduanya asal Cirebon. (ari)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here