Kecanduan Judi Online Residivis Mencuri Lagi di 14 Tempat

Kasatreskrim Polresta Mataram Kadek Adi Budi Astawa menunjukkan barang bukti pencurian 14 TKP, Senin (2/8) kemarin. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Residivis kasus pencurian, MP alias Jayen (19) semakin beringas setelah keluar dari penjara. Pria ini diduga beraksi mencuri di 14 lokasi. Uang hasil curian dipakai untuk membeli sabu juga bermain judi online. Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa mengatakan, proses penangkapan Jayen tidak mudah.

Dia sempat kabur lari di atas atap-atap rumah penduduk. Dia baru menyerah setelah kita berikan tindakan tegas terukur. “Saat kita gerebek, dia sedang mengisap sabu,” ucapnya Senin, 2 Agustus 2021. Tembakan peringatan tidak mampu menghentikan Jayen yang digerebek di rumahnya di Punia, Mataram. Jayen akhirnya tertangkap. Menyusul kemudian dua rekannya, MI alias Is (19) warga Sesela, Gunungsari, Lombok Barat dan AR alias Ramdan (19) kawan sekampung Jayen.

Iklan

Kadek Adi mengatakan, Jayen kali ini sudah tertangkap untuk ketiga kalinya. Dua kasus lainnya sudah membuat Jayen masuk ke sel penjara. “Pelaku ini baru seminggu keluar dari penjara, lalu melakukan lagi,” sebutnya. Aksi Jayen Menyasar sebuah rumah di Gang Bata, Rembiga, Selaparang, Mataram dua pekan lalu. Tiga pelaku ini menjalankan aksinya berkelompok. Jayen sebagai ketua komplotan yang mengeksekusi masuk ke rumah korban pada dini hari.

Sementara dua orang lainnya berjaga di luar untuk memantau situasi. “Mereka berkeliling mencari rumah yang pintunya tidak terkunci. Kalau tidak ada orang yang terjaga, mereka masuk,” jelas Kadek Adi. Dari rumah korban, para pelaku ini membawa pulang, empat gelang emas, dua ponsel, dan dompet berisi surat berharga. Meski demikian, baru satu ponsel yang laku terjual. “Dijualnya Rp500 ribu,” ungkapnya.

Jayen mengakui perbuatannya. Begitu juga soal dirinya yang sudah kecanduan sabu dan judi online. “Main slot, tinggal tekan-tekan aja. Pernah menang Rp2 juta, tapi lebih banyak kalahnya,” kata dia yang kini sudah mendekam di Rutan Polresta Mataram ini. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional