Kebut Audit BPR Loteng

Ibnu Salim (Suara NTB/dok)

Proses audit kerugian negara dalam kasus dugaan kredit fiktif di PD. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Lombok Tengah (Loteng) saat ini tengah dikebut jajaran Inspektorat NTB. Hasil audit diharapkan bisa  tuntas sesegera mungkin di awal tahun ini juga.

Demikian diungkapkan Inspektur pada Inspektorat NTB, Ibnu Salim, S.H., M.Si., saat dikonfirmasi Suara NTB, Rabu, 27 Januari 2021.

Iklan

Diakuinya, proses audit kerugian negara dalam kasus dugaan kredit fiktif yang diduga merugikan negara hingga Rp2 miliar setelah sebelumnya sempat stagnan. Hal ini dikarenakan beberapa faktor, salah satunya adanya perpindahan pejabat di struktur di Kejaksaan Negeri (Kejari) Loteng. “Tapi sekarang, Insya Allah segera kita selesaikan dan serahkan hasilnya ke Kejari Praya (Loteng, red),” sebutnya.

Ia mengatakan, saat ini audit masih terus berproses. Pihaknya sudah meminta beberapa data dan dokumen tambahan untuk mendukung proses audit supaya prosesnya bisa segera diselesaikan. Namun demikian, pihaknya mengaku belum bisa memastikan kapan proses audit akan selesai. “Insya Allah jika support datanya lengkap, segera selesai,” tandasnya.

Disinggung hasil sementara audit terhadap dugaan kerugiaan negara apakah sudah ada indikasi atau tidak, Ibnu enggan berkomentar. Menurutnya, soal dugaan kerugian negara itu sepenuhnya kewenangan di jaksa selaku pihak yang meminta audit. Pihaknya dalam hal ini hanya melaksanakan perbantuan untuk melakukan PKN (Perhitungan Kerugian Negara).

Sebelumnya, Kajari Loteng, Otto Sompotan, S.H., M.H., menegaskan kalau pihaknya masih menunggu hasil audit yang dilakukan oleh Inspektorat NTB untuk menentukan nilai kerugian negara dalam kasus tersebut. Baru setelah itu pihaknya bisa menetapkan tersangka. Sampai sejauh ini, sudah ada 30 saksi yang dimintai keterangan.

Pihak Kejari Loteng pun juga akan menambah saksi ahli untuk memperkuat keterangan yang sudah ada. “Kita tunggu hasil audit, baru setelah itu kita bisa bersikap menentukan tersangka dalam kasus ini,” ujarnya. (kir)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional