Kebijakan Wisuda Daring Ditolak Mahasiswa UIN Mataram

Mahasiswa UIN Mataram berdialog dengan Wakil Rektor III Hj. Nurul Yakin yang menolak pelaksanaan wisuda secara online. (Suara NTB/dys)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah belum membolehkan kuliah tatap muka. Semua aktivitas akademik kampus dilakukan secara dalam jaringan (daring). Termasuk juga pelaksanaan wisuda.

Bahkan tidak saja kampus di bawah Kementerian Agama (Kemenag), namun semua perguruan tinggi negeri di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Termasuk pula Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram yang sudah memutuskan untuk menggelar wisuda secara daring.

Iklan

Namun keputusan itu rupanya ditolak oleh mahasiswa. Mereka ingin agar wisuda dilakukan secara offline. Lelah kuliah empat tahun, mereka ingin agar momentum wisuda disaksikan orang tua secara tatap muka.

Aliansi Mahasiswa UIN Mataram menggelar demo di depan Rektor Universitas Islam Negeri Mataram. Mereka mendesak kampus mengambil kebijakan wisuda offline.

Sekretaris Dewan Mahasiswa UIN Mataram, Irfan Kilat, menolak kebijakan wisuda online. Mereka ingin agar wisuda offline.  “Kami tidak akan wisuda jika pihak kampus masih menerapkan wisuda online,” ujarnya, 31 Agustus 2020.

Pihak mahasiswa pun menawarkan agar wisuda dilakukan bertahap per fakultas dengan tetap offline. Wisuda dilakukan secara bergilir, dengan pola ini bisa dilakukan untuk menghindari adanya penumpukan seperti yang dikhawatirkan.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Hj. Nurul Yakin, menyampaikan masukan mahasiswa terkait penolakan wisuda daring akan jadi bahan pertimbangan pimpinan.

“Karena ini putusan bersama jadi kami harus putuskan di rapat pimpinan. Semua yang sudah adik-adik sampaikan akan kami bicarakan ketika rapat pimpinan,” ujarnya.  Selain berjanji akan menggelar rapat pimpinan guna memutuskan kembali pola pelaksanaan wisuda, dia berjanji akan melibatkan mahasiswa saat rapat nanti. (dys)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional