Kebijakan Merdeka Belajar Tak Diwajibkan

Agusdin (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah mengeluarkan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka di perguruan tinggi. Dalam implementasinya, mahasiswa tidak diwajibkan mengambil pilihan program Merdeka Belajar ini.

Wakil Rektor I Universitas Mataram (Unram), Agusdin, mengaku kebijakan Mendikbud Merdeka Belajar Kampus Merdeka adalah program yang memberikan kesempatan pada mahasiswa untuk belajar tiga semester di luar program studi. “Namanya hak bisa diambil bisa tidak,” ungkapnya.

Iklan

Dikatakan Agusdin, kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka memiliki tujuan untuk meningkatkan kompetensi lulusan, agar mereka nantinya mempunyai kemampuan hard dan soft skill,  sehingga ke depan mereka bisa relevan dengan kebutuhan stakeholder di dunia usaha dan dunia industri.

“Dan juga kebutuhan instansi atau pengguna kerja. Penekanan pada merdeka belajar ini lebih pada minat atau apa saja yang menjadi keinginan bakat dan minatnya,” ungkapnya.

Adapun desain program ini, ujarnya, ke depan perguruan tinggi akan memfasilitasi hak mahasiswa tersebut untuk memilih apakah akan diambil atau tidak. Mahasiswa bisa mengambil mata kuliah di program studi berbeda. Sebagai contoh jika seandainya mahasiswa jurusan komunikasi ingin merasakan suasana perkuliahan di Prodi Ilmu Manajemen dengan harapan bisa menambah kompetensi, hal demikian sangat bisa dilakukan melalui Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

Nantinya mahasiswa akan diberikan pilihan delapan kegiatan pembelajaran di luar kampus. Di antaranya ialah magang atau praktik di instansi pemerintah, organisasi sosial, proyek-proyek desa. Nantinya ini bisa juga terintegrasi dengan KKN tematik. Kemudian bisa juga melalui pertukaran mahasiswa di dalam dan luar negeri. Selain itu, kegiatan lainnya ialah penelitian dan riset. Mahasiswa bisa bergabung dengan lembaga-lembaga riset di dalam dan luar negeri. Mahasiswa juga bisa berwirausaha selama satu tahun belajar sambil praktik berwirausaha. Kemudian mereka juga bisa mengikuti proyek kemanusiaan.

“Ini semua hak mahasiswa yang bisa diambil. Mekanismenya ialah mahasiswa merencanakan bersama dosen pembimbing mengenai program mata kuliah yang akan diambil di luar program, mendaftar program, mengikuti program kegiatan luar prodi sesuai dengan ketentuan pedoman akademik yang ada. Mendaftar program kegiatan luar prodi,” papar Agusdin.

 Sebagai contoh mahasiswa mulai dari semester 1-3 mereka akan mengikuti proses perkuliahan di prodinya, kemudian memasuki semester 4, mereka bisa mengambil mata kuliah di prodi lain. Selanjutnya pada saat semester 5, mereka bisa mengambil prodi di luar kampusnya.  “Kita memberikan kesempatan,” tuturnya. (dys)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional