Kebijakan Bupati Lobar Soal Pembelian Produk Garam Lokal Mulai Berjalan

Giri Menang (Suara NTB) – Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid telah menginstruksikan segenap SKPD untuk memakai produk lokal daerah berupa garam hasil petani di wilayah Sekotong.

Kepala Bappeda Lobar Dr. H Baehaqi, selaku inisiator program ini, mengaku, program pembelian produk lokal garam sudah berjalan. Sementara makan-minum SKPD diakomodir dari produk lokal juga sudah dibuatkan Perbup, namun perlu dirapatkan lagi untuk mendapatkan pengarahan dari bupati.

Iklan

Program ini, jelasnya, bentuk komitmen bupati dalam rangka melindungi produk lokal. Terkait adanya SKPD yang kurang respons,  diakui ada saja yang mempertanyakan, namun sudah dijelaskan terkait berbagai aturan mainnya. Namun, terkait hal ini bukan dirinya yang berwenang menanggapi.

Menurutnya, kebijakan ini adalah salah satu terobosan untuk mengeluarkan warga Lobar dari kemiskinan melalui pemberdayaan, peningkatan pemerataan pendapatan. Salah satu strategi pemda dalam hal ini bupati, yakni melindungi produk lokal yang mengarah pada pemberdayaan masyarakat dan penyerapan tenaga kerja.

“Karena itu strategi pemda mengeluarkan perbup dalam rangka melindungi produk lokal dengan menginstruksikan seluruh ASN supaya menggunakan garam beryodium hasil produk lokal yang penuhi standar ini termasuk salah satu inovasinya, dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus sebagai strategi menurunkan kemiskinan,” jelas Baehaqi.

Ia menambahkan pemda juga memberlakukan kebijakan bagi hotel agar menggunakan produk lokal. Kebijakan ini harus didukung melalui perbup. Namun ini akan dibuatkan perda menjadi dasar bekerja, sebab jelasnya perlu ada aturan yang mengatur mengacu  aturan di atasnya. Kaitan dengan ini juga Dinas Pariwisata perlu membuat perdanya. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here