Keberhasilan BDR di SLB Bergantung Peran Orang Tua

Hj. Eva Sofia Sari (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – SLBN 1 Mataram menerapkan Belajar dari Rumah (BDR) untuk pembelajaran bagi para siswa di tengah . Peran orang tua sangat penting dalam proses BDR ini, karena orang tua yang memberikan pendampingan pembelajaran siswa di rumah.

Kepala SLBN 1 Mataram, Drs. Agung Wijayanto, M.Phil., SNE., menjelaskan, pihaknya melaksanakan belajar dari rumah selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Guru membuat Lembar Kerja Siswa (LKS) yang digandakan sejumlah siswa di masing-masing kelas. Kemudian orang tua siswa ambil LKS untuk dikerjakan siswa didampingi orang tua masing-masing. “Kunci keberhasilan BDR tak lepas dari peran orang tua siswa,” jelasnya.

Iklan

Ia juga menjelaskan, selama pendampingan BDR, orang tua siswa bisa berkomunikasi dengan guru. Setelah selesai pendampingan, orang tua mengembalikan LKS tersebut, sekaligus mengambil LKS berikutnya.

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Khusus Dinas Dikbud NTB, Hj. Eva Sofia Sari, S.Pd., M.Pd., menyampaikan, pembelajaran bagi siswa SLB yang berada di daerah selain Kota Mataram merujuk kepada hasil keputusan yang sudah disepekatai oleh Satgas Covid-19 setempat.

“Apakah daerah mereka hijau, kuning, atau oranye. Kalau masih dalam keadaan zona-zona tersebut masih diperbolehkan tatap muka terbatas dengan selalu memperketat protokol kesehatan yang sudah ditetapkan,” ujarnya.

Eva menegaskan, sekolah harus mengatur jam belajar maksimal 3,5 jam per harinya bagi sekolah yang diperbolehkan laksanakan pembelajaran tatap muka. Bagi sekolah yang berada di zona selain zona merah mengombinasikan pembelajaran luring dan daring.

Sedangkan, untuk SLB di Kota Mataram yang sedang dalam masa PPKM darurat, harus melaksanakan pembelajaran daring atau belajar dari rumah. “Sekolah melaksanakan daring dalam proses kegiatan pembelajarannya,” ujarnya. (ron)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional