Kebakaran Wisma Daerah, Ini Enam Pernyataan Sultan Sumbawa

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Sultan Sumbawa mengeluarkan beberapa sikap resmi dalam rapat menyikapi musibah kebakaran Wisma Daerah atau Wisma Praja Kabupaten Sumbawa. Rapat tersebut dihadiri Sekda Sumbawa, Drs. H. Rasyidi dengan para asisten dan perangkat daerah terkait, di Kantor Bupati Sumbawa, Selasa, 11 Juli 2017 malam.

Dalam Rakor, Sekda mengingatkan agar tidak terlalu larut dalam kesedihan. Tetapi segera mengambil langkah langkah apa yang harus dilakukan. Sehingga mampu mewujudkan kembali terbangunnya istana tersebut. Walaupun tidak bisa persis sama dengan aslinya.

Iklan

“Paling tidak bisa mendekati bentuk konstruksi bangunan peninggalan Kesultanan Sumbawa tersebut, yang pada zaman kerajaan bernama Bala Puti (Istana Putih),” terangnya.

Sekda meminta kepada kepala OPD terkait agar segera melakukan langkah langkah kongkrit. Antara lain membuat laporan ke pihak Polisi, berita acara musibah kebakaran, dan hal hal lain untuk disampaikan ke Gubernur maupun Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) di Gianyar Bali.

Sambil menunggu hasil identifikasi polisi tentang penyebab kebakaran, Sekda minta kepada Kabag Umum Setda dan Kepala Badan Pengelola Aset dan Keuangan Daerah untuk menghitung volume dan nilai kerugian inventaris daerah, berkoordinasi dengan Kantor Penilaian Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bima.

Sementara itu Kepala Bappeda yang juga ketua Lembaga Adat Tana Samawa (LATS), Ir. Iskandar, mengharapkan agar melibatkan para tokoh adat dan budayawan Sumbawa dalam melakukan rekonstruksi.Dengan demikian, hasilnya nanti bisa sesuai dengan bentuk aslinya.

Sekda berharap, selain mendapatkan santunan kerugian dari perusahaan asuransi, juga diharapkan segera ada bantuan bantuan dari kementerian, Badan Penanggulangan Bencana maupun lembaga lainnya.

Sementara Sultan Sumbawa, Dewa Masmawa Muhammad Kaharuddin IV beserta Permaisuri Dewa Merajabini Andi Bau Tenridjadjah, mengeluarkan enam poin pernyataan resmi, terkait kebakaran Wisma ini.

Pertama benar telah terjadi musibah kebakaran atas Gedung Istana Putih (yang dibangun dan menjadi kediaman Sultan Sumbawa Muhammad Kaharuddin III dan Permaisuri Dewa Merajabini Siti Khadijah Ruma Paduka Daeng Ante, Puteri Sultan Bima Muhammad Salahuddin dengan Permaisuri Ruma Paduka Siti Mariyam binti Ruma Bicara Bima Muhammad Quraish).

Kedua, gedung tersebut dikelola dan digunakan oleh Pemkab Sumbawa untuk berbagai kegiatan seperti penerimaan dan tempat menginap tamu, rapat dan kegiatan lainnya.

Ketiga, di gedung tersebut, tidak ada tersimpan benda-benda dan alat perlengkapan Sultan maupun Kesultanan Sumbawa.

Keempat, dalam menyikapi musibah Ini, Sultan merasa sangat prihatin. Sebab bagaimanapun Istana Puti adala merupakan salah satu Istana Kesultanan Sumbawa, selain Istana Dalam Loka serta Istana Bala’ Kuning yang sekarang masih berdiri tegak dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam perjalanan Sejarah dan Budaya Tau Ke Tana Samawa.

Kelima, pihaknya mengharapkan agar semua musibah termasuk kebakaran ini, diterima dengan sabar. Makin meningkatkan Iman Islam dan bertawaqqal serta berdoa kehadirat Allah SWT atas Keselamatan Tau ke Tana Samawa.

Keenam, harapannya kedepan segera diusahakan restorasi yang menyeluruh dan rencana pelaksanaan yang ikhlas, jujur dan sungguh-sungguh. Sehingga Istana Bala Puti yang menjadi kebanggaan bersama dan dapat diwujudkan kembali dalam bentuk orisinil seperti semula.

“Demikianlah pernyataan resmi Kami Sultan Sumbawa Dewa Masmawa Muhammad Kaharuddin IV, beserta jajaran Majelis Adat, Keluarga Besar Kesultanan Sumbawa dan Lembaga Adat Tana Samawa,”kata Sekretaris Majelis Adat, Syukrii Rakhmat S.Ag, yang menyampaikan peryataan Sultan. (arn/ind)