Kebakaran Lahan di Lobar Meluas

Kebakaran lahan di Daerah Desa Badrain Narmada Kecamatan Narmada, Lobar, beberapa hari lalu.(Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Kasus kebakaran di Lombok Barat (Lobar) meluas sejak awal bulan ini.  Bahkan dalam sehari, pernah terjadi empat kali kejadian kebakaran. Selain menimpa bangunan, kebakaran juga banyak terjadi di lahan dan perbukitan. Lobar kekurangan armada dan peralatan untuk menanggulanginya.

Kepala Dinas Damkar Lobar, M. Sahlan menjelaskan berdasarkan kajian kejadian kebakaran tahun-tahun sebelumnya, tren kasus kebakaran mulai memasuki Juli sampai November semakin meningkat. “Tren kasus kebakaran semakin meningkat hingga bulan ini,’’ jelas mantan Sekdis Pertanian ini. Untuk bulan September ini saja, pihaknya menangani empat kejadian kebakaran dalam sehari. Kejadian pertama, pada pukul 10.23 wita kejadian di Rincung Gerung.

Iklan

Begitu selesai menangani kejadian di Rincung sekitar pukul 12.00 siang, kebakaran kembali terjadi di Desa Badrain. Di desa ini terjadi kebakaran lahan yang cukup luas dan dekat dengan pemukiman penduduk. Di lahan ini terbakar semak belukar yang tumbuh pada tumpukan sisa galian batu apung. “Saking besarnya api menjulang tinggi, dipicu angin kencang dan panas matahari pohon kelapa yang tinggi itu  pun ikut terbakar,”j elas dia. pihaknya pun berupaya melokalisir agar tidak merembet ke pemukiman warga.

Usai menangani kebakaran di Badrain, tim hanya istirahat sebentar. Namun kembali ditelepon oleh warga karena di Labuapi, terjadi kebakaran sekitar 16.30 sore. Di daerah ini juga lahan yang terbakar.  Dipicu awalnya warga membakar sampah, namun menjalar sehingga tidak bisa dikendalikan. “Sudah selesai ditangani, pas jam 04.00  dini hari (subuh) ditelepon dari desa Midang, Gunuungsari ada kejadian kebakaran,” tegas dia. Pihaknya pun mengerahkan armada di UPT Batulayar dan di-back up oleh tim damkar kabupaten. Butuh waktu empat jam memadamkan api, karena yang terbakar bahan yang mudah terbakar yakni gudang kayu. Bahkan kebakaran merembet ke rumah warga. kebakaran dipicu juga karena kelalaian warga membakar sampah, dan karena ketiduran akhirnya api menjalar ke gudang kayu.

Akhir pekan kemarin (hari Minggu lalu) jelas dia, terjadi kebakaran di lahan dekat hotel Sundancer Sekotong. Lahan yang terbakar pun bisa dikendalikan, sebelum merembet ke hotel tersebut. Apakah ada unsur kesengajaan dalam pembakaran lahan ini? Pihaknya belum nengetahui, karena hal ini tentunya menjadi ranah aparat untuk mendalaminya.

Berdasarkan data sementara, hingga pertengahan September kejadian kebakaran di Lobar mencapai 33 kasus. Dibanding tahun lalu terjadi tahun 85 kasus.

Masih tingginya tren kasus kebakaran ini harus perlu diimbangi dengan sarana prasarana yang memadai. Kedepan ia berharap agar sarana prasarana pemadam ini lebih ditingkatkan, seperti armada dan selang air. Karena memang kondisi sarana prasarana masih minim. “Mudahan kalau bisa tiap tahun dilakukan pengadaan selang,” imbuh dia.

Untuk membantu pengadaan sarana prasarana ini, pihaknya berharap bantuan dari pemprov NTB karena mengacu Permendagri nomor 114 tahun 2018 bahwa Gubernur berkewajiban untuk memberikan bantuan anggaran, sarana prasarana dan peningkatan SDM dalam membantu bidang damkar. Selain itu, sudah ada kesepakatan dengan pemkot terkait penanganan kebakaran di daerah yang dekat dengan daerah perbatasan kedua daerah. (her)